Kolaborasi ini menghadirkan berbagai kegiatan seni dan budaya Sunda, mulai dari Gelar Budaya Parahyangan, Tembang Rajah, Artaksi dan Orasi Budaya Musik Tarawangsa, Karnaval dan Perlombaan, Marching Band, hingga Ngarak Kujang.
Tidak hanya menjadi panggung ekspresi seni, kegiatan ini juga menjadi medium edukasi sejarah dan penanaman nilai kebangsaan.
Pembina Yayasan Bogalakon, Adit Barli, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini merupakan strategi pertahanan non-fisik yang sangat penting dalam memperkuat identitas nasional di tengah derasnya arus globalisasi.
“Budaya dan sejarah adalah fondasi karakter bangsa.
Melalui kolaborasi bersama Disjarahad, kami ingin menghadirkan sejarah secara modern, kontekstual, dan membumi agar generasi muda tidak tercerabut dari akar identitasnya,” ujar Adit.
Disjarahad sendiri berperan sebagai pusat pembinaan dokumen, historiografi, perpustakaan, museum, monumen, dan tradisi TNI AD yang didayagunakan bersama komponen bangsa.
Sinergi ini memperkuat literasi sejarah, meluruskan narasi yang menyimpang, serta membangun kesadaran sejarah yang kritis di era revolusi industri dan derasnya informasi digital.***
Red/Jurnalsimediaindonesia.



0 Komentar