Subscribe Us


 

Diduga Cemari Citarum, Limbah Minyak Usaha Kuliner di Rancaekek Disorot


MEDIASAKSINEWS | Kab.Bandung – Dugaan pencemaran lingkungan di wilayah Rancaekek, Kabupaten Bandung, kian menjadi perhatian. Usaha kuliner yang dikenal sebagai UMA Food Cireng diduga membuang limbah minyak goreng bekas ke saluran air (selokan) yang terhubung ke Sungai Citarum.

Berdasarkan informasi di lapangan, limbah yang dibuang berupa minyak goreng bekas serta sisa pengolahan makanan seperti jeroan, yang diduga langsung dialirkan ke drainase tanpa pengolahan.

Aliansi Pena Bandung (APB) dan Komunitas Masyarakat Penjaga Alam Indonesia (MPAI) turut menyikapi hal ini dan menilai tindakan tersebut berpotensi mencemari lingkungan serta melanggar aturan yang berlaku.

📢 ASPIRASI WARGA

Sejumlah warga sekitar menyatakan keberatan dan meminta adanya tindakan tegas dari pihak berwenang.

Warga mendesak agar Satgas Citarum segera turun tangan untuk melakukan pengecekan langsung serta menindak oknum pelaku usaha yang diduga melakukan pembuangan limbah sembarangan.

“Kami minta Satgas Citarum segera menangani. Jangan sampai pencemaran ini dibiarkan berlarut-larut,” ujar salah satu warga.

⚠️ DAMPAK LINGKUNGAN

Pembuangan limbah minyak ke saluran air berpotensi menimbulkan:

1.Pencemaran air sungai

2.Bau menyengat di lingkungan sekitar

3.Kerusakan ekosistem air

4.Gangguan kesehatan masyarakat

5.Penyumbatan drainase yang memicu banjir

⚖️ DASAR HUKUM & SANKSI

Tindakan tersebut berpotensi melanggar:

1.Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009

2. Perda Jawa Barat Nomor 12 Tahun 2016

Dengan ancaman sanksi berupa pidana penjara, denda miliaran rupiah, hingga pencabutan izin usaha.

🚨 DESAKAN APB & MPAI

APB dan MPAI juga menegaskan pentingnya peran aparat serta Satgas Citarum dalam melakukan pengawasan dan penindakan agar ada efek jera.

“Kami berharap ada tindakan nyata, baik teguran maupun sanksi tegas,” tegas perwakilan komunitas.

🧾 PENUTUP

Warga berharap persoalan ini segera ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas, mengingat aliran limbah berpotensi langsung menuju Sungai Citarum yang selama ini menjadi perhatian dalam upaya pemulihan lingkungan.***



Red.

Posting Komentar

0 Komentar