OSO menegaskan bahwa Gebu Minang tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga harus hadir sebagai organisasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan daerah.
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya, Ketua Umum DPP Gebu Minang Dr. H. Oesman Sapta Odang, Wali Kota Padang Fadly Amran, B.B.A., Kepala Cabang Bank Nagari Bandung Herlin Maryuni, pengamat politik Rocky Gerung, serta Komjen Pol (Purn) Gories Mere, H.Dian Rahadian,SH, MH ,Ketua DPD HANURA JABAR, ABAH ALAM,dan lainnya.
DPD Gebu Minang Jawa Barat periode 2026–2031 dipimpin oleh Ir. Mulya Dt. Rajo Intan bersama jajaran pengurus yang resmi menerima amanah organisasi untuk lima tahun ke depan. Momentum tersebut juga ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) dari DPP Gebu Minang yang disaksikan para ketua DPD dan DPC Gebu Minang dari berbagai daerah di Indonesia.
“Di Gebu Minang tidak ada istilah langit tetap langit. Yang ada adalah aturan yang mengatur. Kita harus bersatu dan menjalankan amanah sesuai kaidah yang telah ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat,” ujarnya.
Chandra Budi ,S.H Moderator acara Talk Show mengharapkan kegiatan ini dapat menghasilkan rumusan konkret untuk pengembangan pariwisata Sumatera Barat.
Selain agenda utama pengukuhan dan diskusi, panitia juga telah menyiapkan serangkaian kegiatan budaya yang bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan khazanah Minangkabau. Ini meliputi bagi masyarakat Minangkabau di Jawa Barat, bazar UMKM yang menampilkan produk-produk unggulan, serta sajian hiburan seni tari dan musik tradisional Minangkabau yang memukau.
Dengan rangkaian acara yang komprehensif dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, pengukuhan DPD Gebu Minang Jawa Barat ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga platform strategis untuk merumuskan langkah-langkah konkrit dalam memperkuat identitas budaya dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat Minangkabau di perantauan, sekaligus berkontribusi pada pembangunan Sumatera Barat.
Perhelatan ini penting untuk menjawab bagaimana diaspora Minangkabau di luar Sumatera dapat berperan aktif dalam pembangunan daerah asal, khususnya di sektor pariwisata yang memiliki potensi besar untuk kesejahteraan. Ini juga menjadi momentum untuk menagih dan memastikan peran lembaga adat dalam mencapai visi pariwisata Sumatera Barat yang berkelas dunia di tahun 2045.
Rocky Gerung Guncang Pelantikan Gebu Minang Jabar: “Minangkabau Harus Jadi Pusat Pariwisata Pikiran Dunia”
Ia menilai semangat musyawarah dan pertukaran gagasan yang hidup di surau memiliki kemiripan dengan nilai-nilai kemanusiaan universal yang terkandung dalam Piagam Madinah yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW.
“Surau adalah habitat persahabatan dan percakapan. Di situlah demokrasi tumbuh. Indonesia yang bermutu harus dihidupkan kembali melalui tradisi berpikir dan tradisi argumen yang hidup dalam masyarakat Minang,” katanya.
Rocky juga mengingatkan bahwa keberagaman suku, agama, dan budaya di Indonesia tidak boleh menjadi sumber perpecahan. Ia menegaskan bahwa tidak ada satu suku yang lebih tinggi dari suku lainnya karena kemanusiaan dibangun melalui dialog dan persahabatan.
“Indonesia tidak boleh berhenti berpikir. Yang boleh berakhir adalah kekuasaan, tetapi pikiran harus terus hidup. Karena itu, yang dilantik hari ini bukan sekadar manusia, melainkan ide kepemimpinan yang akan membawa manfaat bagi masyarakat.”
Pidato tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan dalam pelantikan DPD Gebu Minang Jawa Barat 2026–2031, sekaligus menegaskan kembali posisi Minangkabau sebagai salah satu pusat lahirnya gagasan, pemikiran, dan kepemimpinan yang memberi kontribusi bagi Indonesia dan dunia.***
Martika Edison/ Media Saksi Siliwanginews/Tim Jurnalis Media Indonesia Kota Bandung.







0 Komentar