Pantauan di sejumlah ruas jalan utama Kota Bandung seperti Jalan Asia Afrika, Dago, Dipatiukur hingga kawasan Gasibu, ribuan bobotoh tumpah ruah merayakan keberhasilan tim kebanggaannya.
Klakson kendaraan bersahut-sahutan, bendera biru putih berkibar di atas motor dan mobil, sementara nyanyian khas Bobotoh menggema sepanjang malam.
Meski pertandingan berlangsung menegangkan tanpa gol, atmosfer di luar stadion justru penuh ledakan emosi. Banyak warga mengaku laga kali ini terasa berbeda karena setiap menit pertandingan menentukan sejarah besar bagi Persib.
Sejak peluit akhir dibunyikan, konvoi spontan langsung bergerak dari berbagai arah menuju pusat kota. Beberapa bobotoh bahkan sudah berkumpul sejak sore di titik-titik nobar untuk menyaksikan perjuangan anak asuh Bojan Hodak mengamankan satu poin penentu gelar.
Hasil imbang ini sekaligus menutup musim penuh konsistensi bagi Persib. Tekanan sempat datang karena pesaing terdekat, Borneo FC meraih kemenangan besar di laga terakhir. Namun tambahan satu poin membuat Persib tetap kokoh di puncak klasemen akhir.
Di sejumlah titik keramaian, aparat keamanan dan petugas kebersihan terlihat bersiaga mengawal perayaan bobotoh agar tetap kondusif. Hingga malam hari suasana perayaan berlangsung meriah namun relatif kondusif.
Bagi warga Bandung, malam ini bukan sekadar hasil imbang tanpa gol. Skor 0-0 berubah menjadi angka bersejarah yang mengantar Persib menuju tahta tertinggi untuk ketiga kalinya secara beruntun. Sebuah malam ketika Bandung kembali membuktikan diri sebagai kota yang hidup bersama sepak bola. (red)**
Sumber: Diskominfo Kota Bandung



0 Komentar