Kepala Dispora Kota Bandung, Sigit Iskandar, S.IP., M.M., mengatakan bahwa pelatihan kreatif merupakan salah satu sarana untuk mengasah kemampuan sekaligus membuka wawasan para pemuda terhadap berbagai potensi yang dimiliki Kota Bandung.
Menurutnya, Kota Bandung selama ini dikenal sebagai kota kreatif yang melahirkan banyak inovasi dan karya dari anak-anak muda. Karena itu, Dispora berharap pelatihan yang diselenggarakan dapat melahirkan lebih banyak penulis kreatif, pelaku industri kreatif, serta generasi muda yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
"Kami berharap akan lahir banyak penulis kreatif dan generasi muda yang memiliki daya saing tinggi khas Kota Bandung yang telah lama dikenal dengan kreativitas masyarakatnya," ujar Sigit.
"Proses penyadaran itu penting karena membuka wawasan dan memperlihatkan potensi Kota Bandung yang sesungguhnya. Dari sana muncul pemahaman mengenai apa yang harus dilakukan agar kemampuan yang dimiliki selaras dengan peluang yang tersedia," katanya.
Selain penyadaran, Dispora juga menekankan aspek pengembangan diri yang mencakup peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan adaptasi. Bekal tersebut dinilai penting agar para pemuda mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan serta menjadi penggerak bagi lingkungan sekitarnya.
"Pengembangan pengetahuan, skill, dan kemampuan harus terus dilakukan agar kita bisa bertahan, bahkan mampu menggerakkan dan membantu orang lain. Tujuannya agar generasi muda tidak bergantung kepada pihak lain, karena keterampilan dan kemampuan yang dimiliki merupakan bekal hidup yang sangat berharga," tambahnya.
Melalui berbagai program kepemudaan yang terus dikembangkan, Dispora Kota Bandung berharap lahir generasi muda yang mandiri, inovatif, produktif, serta mampu menjadi motor penggerak pembangunan dan ekonomi kreatif di Kota Bandung.**
Redaksi



0 Komentar