Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandung, hingga Januari 2025 tercatat 9.784 Orang dengan HIV. Angka ini merupakan yang tertinggi di Jawa Barat.
Dalam 5 tahun terakhir kasus naik 20-30% per tahun. Sementara untuk Jawa Barat, Jan-Mei 2025 saja sudah ada 3.906 kasus baru HIV dan 1.035 kasus baru AIDS.
Meski Dinkes menyatakan kenaikan ini karena skrining yang masif, RAGA menilai ini sebagai "alarm darurat" bagi kesehatan masyarakat Kota Bandung.
SIKAP DAN TUNTUTAN RAGA KEPADA:
1. KOMISI IV DPRD KOTA BANDUNG
Mendesak Komisi IV segera menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan Dinkes, KPA, dan ormas.
Agar dialokasikan anggaran khusus untuk program pencegahan HIV berbasis keluarga, sekolah, dan komunitas.
2. DINAS KESEHATAN KOTA BANDUNG
Perkuat Program "STOP": SULUH, TEMUKAN, OBATI, PERTAHANKAN sampai tingkat RT/RW
Perluas Layanan Tes: Tes HIV gratis, rahasia, dan mudah diakses di seluruh Puskesmas
Edukasi Masif: Libatkan tokoh agama, guru, dan ormas untuk edukasi pencegahan sesuai nilai agama dan budaya
Hentikan Stigma: "Kita harus hentikan stigma, bukan manusianya". ODHIV berhak dapat layanan kesehatan tanpa diskriminasi
3. PEMERINTAH KOTA BANDUNG
Menjadikan penanggulangan HIV sebagai prioritas RPJMD.
Bentuk Satgas Penanggulangan HIV di setiap kecamatan.
Dan deklarasikan kembali komitmen "3 Zeroes": Zero New HIV, Zero AIDS Death, Zero Discrimination seperti Deklarasi Bandung 2030
PESAN PENUTUP RAGA
HIV hanya menular melalui hubungan seksual berisiko, jarum suntik bergantian, dan ibu ke anak. Bukan karena pelukan atau makan bersama.
Solusinya bukan menghakimi, tapi Edukasi, Tes Dini, dan Pengobatan.
RAGA siap menjadi mitra Pemkot dan Dinkes untuk turun ke masyarakat.
"Kasus tinggi ini harus jadi momentum kita bersama menjaga keluarga, moral, dan masa depan generasi Bandung"**
RAGA - RUMAH ASPIRASI WARGA



0 Komentar