Subscribe Us


 

Majelis Pemuda Indonesia Kecamatan Cileunyi Kang Jatar: Gerakan LGBT Harus Ditindak Tegas, Bisa Menjadi Wabah dan Mengancam Masa Depan Bangsa.


MEDIASAKSINEWS | KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT — Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Senin (17/8/2026) menjadi momen yang bukan sekadar pengibaran bendera dan pengucapan janji kemerdekaan. Di balik kemeriahan upacara yang berjalan khidmat dan tertib, muncul sebuah peringatan keras dan teguran tajam dari kalangan pemuda yang menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap maraknya penyebaran paham dan kelompok yang menyimpang dari nilai-nilai luhur kemanusiaan serta norma agama, yaitu gerakan LGBT.

Jajang Taryana, atau yang akrab disapa Kang Jatar — selaku Penasehat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Cileunyi sekaligus pengurus Majelis Pemuda Indonesia (MPI) — menyampaikan sikap tegas dan lantang dalam kesempatan tersebut. Menurutnya, peringatan kemerdekaan bukan hanya untuk mengenang jasa para pahlawan yang mengorbankan nyawa demi kedaulatan bangsa, melainkan juga momen penting untuk menjaga kemurnian dan kelestarian masa depan generasi penerus dari ancaman yang jauh lebih berbahaya dan merusak daripada sekadar penjajahan fisik.

"Kita merdeka dari penjajahan asing, namun jangan sampai kita jatuh tertakluk pada penyimpangan yang menggerogoti sendi kehidupan bangsa dari dalam. Penyebaran paham LGBT ini harus kita tolak bersama, kita sekat peredarannya, dan kita minimalisir perkembangannya, khususnya di wilayah Kecamatan Cileunyi yang kita cintai ini. Ini bukan sekadar perbedaan pandangan — ini adalah ancaman nyata bagi masa depan anak-anak kita, adik-adik kita, dan generasi yang akan datang," tegas Kang Jatar dengan nada penuh keprihatinan namun tetap teguh pendiriannya.


Kang Jatar memperingatkan, jika penyimpangan ini dibiarkan terus berjalan tanpa langkah penindakan yang tegas dan menyeluruh, maka dampaknya akan menjalar bagaikan wabah yang sangat mengerikan. Ia menegaskan, generasi penerus yang seharusnya tumbuh menjadi penerus bangsa yang sehat secara jasmani dan rohani justru berisiko terpapar dan terjerat dalam arus penyimpangan yang merusak tatanan kehidupan keluarga dan masyarakat.

"Bayangkan, jika dibiarkan, siapa yang akan menjaga dan meneruskan perjuangan bangsa kelak? Jika generasi mudanya sudah terpapar dan tergoyahkan nilainya, hancurlah masa depan bangsa. Oleh karena itu, penolakan dan pembatasan terhadap gerakan ini tidak boleh berhenti hanya di tingkat kecamatan saja. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga Pemerintah Pusat turun tangan dan memberikan respons nyata serta langkah penindakan yang tegas. Jangan menunggu sampai wabah ini meluas dan sulit dikendalikan baru kita bertindak," tambahnya dengan nada mengingatkan dan menuntut perhatian serius dari para penyelenggara negara.


Selain menyuarakan penolakan tegas terhadap penyimpangan tersebut, Kang Jatar juga menyampaikan pesan membangun bagi seluruh pemuda di Kabupaten Bandung, khususnya di tengah arus perubahan zaman yang kian cepat. Ia mendorong kalangan pemuda — terutama Generasi Z — untuk menjadi insan yang kreatif, berinisiatif, dan penuh inovasi. Energi dan semangat muda seharusnya disalurkan untuk membangun prestasi, berkarya, serta membawa kemajuan nyata bagi daerah dan bangsa, bukan justru terjerat pada hal-hal yang menyimpang dan merusak tatanan kehidupan.

"Mari kita jadikan semangat kemerdekaan ini sebagai bahan bakar untuk terus berkarya, berkreasi, dan membawa nama daerah kita semakin harum. Jadilah pemuda yang bermanfaat, bukan pemuda yang justru menjadi beban atau ancaman bagi lingkungannya sendiri. Kita jaga bersama, kita lindungi bersama, dan kita bangun bersama masa depan yang lebih baik, lebih sehat, dan lebih bermartabat," pungkas Kang Jatar.

Pernyataan tegas dari Majelis Pemuda Indonesia Kang Jatar tersebut didampingi oleh Ketua KNPI Kecamatan Cileunyi Kang Refi Hapyan, Sekretaris Jenderal KNPI Kecamatan Cileunyi Kang Farid, Bendahara Isa Abdul Muhlis, beserta jajaran KNPI Kecamatan Cileunyi lainnya. Harapannya, pernyataan ini menjadi genta peringatan yang menggema hingga ke tingkat tertinggi. Bahwa kemerdekaan yang diraih dengan penuh pengorbanan ini harus dijaga kemurniannya — tidak hanya dari ancaman luar, melainkan juga dari ancaman penyimpangan yang tumbuh dan berkembang dari dalam rumah sendiri.**




Sumber; AnalisaSiberNews.com

Jurnalis : Ajunaedi

Posting Komentar

0 Komentar