Subscribe Us


 

Sapa Warga Berbasis Budaya, NasDem Kota Bandung Hadirkan Pagelaran Wayang Golek


MEDIASAKSINEWS | BANDUNG — Mengunjungi warga tidak selalu harus berbicara tentang politik. Bagi DPD Partai NasDem Kota Bandung, menyapa masyarakat adalah bagian dari upaya untuk mendengar, berbagi, sekaligus membangun kebersamaan yang otentik melalui berbagai kegiatan yang dekat dengan kehidupan warga.

Dalam semangat Gempita Kemerdekaan, DPD Partai NasDem Kota Bandung kembali menghadirkan kegiatan berbasis budaya dengan menggelar Pagelaran Wayang Golek bersama masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi ruang kebersamaan bagi warga untuk menikmati hiburan yang mendidik sekaligus mengenal dan melestarikan budaya Sunda sebagai bagian dari jati diri Jawa Barat.

Kehadiran Kang Mamat Rachmat dan Kang Rendiana Awangga di tengah-tengah masyarakat menjadi bagian dari komitmen untuk terus membangun kedekatan dengan warga melalui kegiatan sosial dan kebudayaan.

Bagi NasDem Kota Bandung, budaya bukan sekadar hiburan. Wayang Golek merupakan warisan yang di dalamnya terkandung nilai-nilai kehidupan, etika, keteladanan, serta kearifan lokal yang penting untuk terus diperkenalkan kepada generasi muda.


Di tengah derasnya arus modernisasi, upaya ngamumule atau melestarikan budaya Sunda dinilai penting agar warisan leluhur tetap hidup, dikenal, dan relevan bagi generasi berikutnya.

“Budaya adalah perekat yang mempersatukan kita. Dengan menjaganya dan mengenalkannya kepada generasi muda, kita memastikan nilai-nilai luhur, etika, dan kearifan lokal tetap hidup,” menjadi semangat yang dibawa dalam kegiatan tersebut.

Antusiasme warga turut mewarnai pagelaran. Kehadiran masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan kebudayaan masih memiliki tempat penting sebagai ruang berkumpul, bersilaturahmi, dan memperkuat rasa kebersamaan.

NasDem Kota Bandung menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh warga yang telah hadir serta ikut meramaikan kegiatan. Semangat gotong royong dan kecintaan terhadap budaya diharapkan terus menjadi fondasi bersama untuk membangun masyarakat yang semakin kuat, guyub, dan berbudaya.

Sapa warga berbasis budaya menjadi bukti bahwa membangun kedekatan dengan masyarakat dapat dilakukan melalui ruang kebersamaan, bukan hanya melalui kepentingan politik. **

Posting Komentar

0 Komentar