Buruan SAE di SMPN 50 Bandung dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kontekstual. Para peserta didik bersama guru terlibat dalam kegiatan menanam, merawat, dan memanfaatkan berbagai tanaman sayuran, tanaman obat keluarga (TOGA), serta tanaman produktif lainnya. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik belajar tentang pelestarian lingkungan, ketahanan pangan, kerja sama, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap alam.
Ledia Hanifa memberikan apresiasi atas komitmen SMPN 50 Bandung dalam menghadirkan lingkungan sekolah yang hijau, bersih, produktif, sekaligus menjadi sarana pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik. Menurutnya, pengembangan Buruan SAE merupakan contoh praktik baik yang mampu mengintegrasikan pendidikan, pembentukan karakter, dan kepedulian terhadap lingkungan secara nyata.
Apresiasi dari Anggota DPR RI Komisi X menjadi motivasi bagi seluruh warga SMPN 50 Bandung untuk terus berinovasi dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan.**
Redaksi





0 Komentar