Lomba ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Bandung Erwin. Dalam sambutannya, Erwin mengapresiasi penyelenggaraan World Coconut Day yang menurutnya tidak hanya menghadirkan kegiatan seni dan kreativitas, tetapi juga membawa pesan tentang kebermanfaatan dan kebersamaan.
Ia mengibaratkan filosofi kelapa sebagai gambaran bahwa generasi muda maupun generasi yang lebih tua sama-sama memiliki peran dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Konsepnya adalah kelapa tua dan kelapa muda. Baik yang muda maupun yang tua semuanya berguna. Yang muda kalau ingin sukses harus banyak belajar kepada yang tua," ujar Erwin.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menanamkan kecintaan terhadap tanah air, Jawa Barat, dan Kota Bandung.
Para pelajar didorong untuk berani tampil, bekerja sama, serta mampu menyatukan perbedaan menjadi sebuah kekuatan.
"Anak-anak ini bukan hanya harus cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental, tangguh secara sosial dan memiliki karakter yang baik. Yang penting berani dulu, berani tampil, berani kompak dan berani menyatukan perbedaan," katanya.
"Kalau paduan suara, semua harus kompak, tidak ada yang boleh ego. Bagaimana kelompok ini bisa menjadi juara, tentu tidak mudah. Harus punya hati dan tujuan yang sama," tuturnya.
Ia mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut melalui semangat pentahelix yang mempertemukan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat.
Menurut Erwin, kolaborasi tersebut menjadi kekuatan penting dalam membangun ekosistem kreativitas dan pendidikan di Kota Bandung.
"Ini suatu kebanggaan bagi saya. Kolaborasi ini tentunya menumbuhkan pembangunan, bukan hanya kebersamaan dan kreativitas, tetapi juga semangat kerja sama dan gotong royong di Kota Bandung," ujarnya.
Pemerintah Kota Bandung, kata dia, hadir memberikan dukungan melalui sejumlah perangkat daerah yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Ia berharap kegiatan World Coconut Day dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi wadah positif bagi pelajar untuk mengembangkan potensi mereka.
"Kami menyambut baik dan mendukung kegiatan World Coconut Day ketiga ini. Semoga kegiatan ini semakin memperkuat semangat Bandung sebagai kota kreatif, kolaboratif dan penuh harmoni," katanya.
Selain memberikan ruang bagi pengembangan bakat pelajar, Erwin menilai kegiatan tersebut turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.
"Pesertanya bukan hanya dari Bandung, ada dari Bekasi dan Depok. Mereka sudah datang dan menginap di hotel. Ini juga memberikan dampak terhadap PAD dan perekonomian Kota Bandung," ungkapnya.
Erwin berpesan kepada seluruh peserta untuk menikmati setiap proses perlombaan dengan penuh semangat dan menjunjung sportivitas.
Menurutnya, kemenangan bukan satu-satunya tujuan, karena keberanian untuk tampil dan pengalaman yang diperoleh juga menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter.
"Tampilkan kemampuan terbaik, bernyanyi dengan hati, junjung sportivitas dan nikmati setiap prosesnya. Yang menang jangan dibawa berlebihan, yang belum menang jangan kecewa. Yang terpenting kalian berani tampil dan mendapatkan pengalaman," ujarnya. **
Sumber; Diskominfo Kota Bandung






0 Komentar