Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat Kota Bandung, khususnya para penarik becak, pelajar dan siswa penyandang disabilitas.
“Terima kasih kepada Pak Presiden atas perhatian yang begitu besar, khususnya kepada keluarga besar anggota veteran di Kota Bandung,” kata Farhan di Kodim 0618 Kota Bandung, Jumat 18 September 2026.
Farhan mengatakan, Pemkot Bandung masih menyiapkan mekanisme penyaluran dan pengoperasian becak listrik tersebut. Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan kecamatan untuk menentukan lokasi operasional sekaligus titik pengisian daya.
“Kami akan koordinasi dengan kecamatan-kecamatan untuk menentukan titik-titiknya di mana, sekaligus mengusulkan titik untuk charging-nya,” ujarnya.
Farhan menyebut, becak listrik tidak diarahkan sebagai pengganti transportasi umum utama. Kendaraan tersebut lebih diarahkan menjadi transportasi penunjang yang dapat dimanfaatkan masyarakat di lokasi tertentu.
Salah satu kemungkinan pemanfaatannya berada di kawasan pasar maupun destinasi wisata yang memiliki kondisi jalan relatif sesuai.
“Sebagai transportasi umum penunjang. Misalnya di pasar induk. Kemudian di tempat-tempat wisata tertentu yang tidak banyak tanjakan,”ucapnya.
Konsep becak wisata juga terbuka untuk dikembangkan terutama apabila becak listrik tersebut nantinya diarahkan untuk mendukung layanan wisata.
“Kalau becak wisata sih boleh juga. Nanti kita pikirkan,” katanya.
Sejumlah siswa SD mendapatkan tablet pintar untuk mendukung aktivitas pembelajaran. Sementara itu, siswa tunanetra mendapatkan kacamata pintar yang dilengkapi kamera.
Teknologi pada kacamata tersebut memungkinkan kamera menangkap atau memindai tulisan yang kemudian diterjemahkan menjadi suara.
“Kacamata pintar itu ada kameranya, di-scan tulisan langsung diterjemahkan ke dalam suara,” jelas Farhan.**
Sumber ; Diskominfo Kota Bandung







0 Komentar