Kegiatan tersebut menghadirkan masyarakat dalam berbagai rangkaian acara, mulai dari aktivitas UMKM hingga pertunjukan seni dan budaya. Puluhan pelaku UMKM turut membuka stan dan menawarkan beragam produknya.
Karena itu, ia berharap organisasi tersebut terus memiliki ruang untuk berkontribusi di tengah masyarakat.
"Karang Taruna adalah sebuah organisasi yang tujuannya mewadahi energi barudak Kota Bandung. Energinya ini harus disalurkan," ujar Farhan.
Menurutnya, interaksi antara pemerintah dan masyarakat juga penting untuk terus dijaga. Masukan dan kritik yang disampaikan masyarakat menjadi bagian dari proses tersebut dan dapat diterjemahkan ke dalam berbagai kegiatan maupun kebijakan.
"Memang tidak sekonyong-konyong, tetapi yang pasti itu merupakan sebuah interaksi yang baik," katanya.
Sementara itu Ketua Karang Taruna Kota Bandung yang juga Anggota DPRD Kota Bandung, Andri Gunawan mengatakan, kawasan Cibadak dipilih sebagai lokasi kegiatan karena kawasan tersebut memiliki karakter kuat sebagai ruang perjumpaan masyarakat dengan latar belakang yang beragam.
"Di Cibadak kita bisa menyaksikan vihara, masjid, dan gereja berdiri berdampingan. Semua warga masyarakat di sini berbeda agama, berbeda suku, tapi akur dalam satu naungan wilayah yang sama," ujar Andri.
Menurut Andri, semangat tersebut sejalan dengan nilai yang ingin dibawa dalam kegiatan Karang Taruna, yakni membangun kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Kota Bandung.
"Cibadak bukan nama tempat, tapi nama semangat orang Bandung yang senantiasa silih asah, silih asih, silih asuh," katanya.
Selain pertunjukan seni, keberadaan puluhan UMKM turut menghidupkan kegiatan. Beragam produk usaha masyarakat ditampilkan di sejumlah stan yang dapat dikunjungi warga.
Usai menghadiri rangkaian kegiatan, Farhan meninjau stan-stan UMKM yang berada di lokasi. Ia berkeliling melihat produk yang ditawarkan sekaligus berinteraksi dengan para pelaku usaha.**
Sumber; Diskominfo Kota Bandung







0 Komentar