Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, besarnya jumlah peserta turut memberikan efek berganda terhadap aktivitas ekonomi, terutama karena sebagian besar peserta berasal dari luar Kota Bandung dan datang bersama pendamping.
Menurut Farhan, kehadiran peserta dan pendamping selama pelaksanaan event turut menggerakkan sektor pariwisata. Pengunjung tidak hanya mengikuti agenda utama lari, tetapi juga berpotensi menggunakan jasa akomodasi, transportasi, kuliner hingga mengunjungi berbagai destinasi di Kota Bandung.
Tingginya animo peserta juga tercermin dari tingkat keterisian hotel di Kota Bandung. Farhan menyebut kapasitas hotel telah mencapai 100 persen menjelang pelaksanaan Pocari Run 2026.
“Okupansi hotel sudah 100 persen. Wali kota saja enggak kebagian, mesti tidur di kantor,” ujar Farhan sambil bergurau.
Di sisi lain, Pemkot Bandung menyadari penyelenggaraan event dengan jumlah peserta besar akan memberikan konsekuensi terhadap mobilitas masyarakat. Untuk itu, pengaturan lalu lintas menjadi salah satu perhatian utama selama kegiatan berlangsung.
“Tidak ada penutupan jalan sama sekali. Hanya ada pengalihan dan sharing,” katanya.
Pengaturan arus lalu lintas akan menjadi kewenangan kepolisian. Pemkot Bandung akan memberikan dukungan melalui Dinas Perhubungan untuk membantu mengatur kendaraan dan arus lalu lintas di sepanjang jalur yang dilalui peserta.
Farhan menyebut, kepolisian juga telah memberikan arahan agar pengaturan tetap memperhatikan pengguna jalan. Ketika berada di persimpangan dengan lampu lalu lintas, peserta tetap mengikuti aturan dan berhenti saat lampu merah.
“Dari kepolisian sudah menyatakan bahwa kalau ada lampu merah, semua ikut berhenti. Pengaturannya diserahkan sepenuhnya pada polisi. Kami dari Pemerintah Kota Bandung akan melakukan backup,” ujarnya.
Selain lalu lintas, Pemkot Bandung menyiapkan dukungan di tingkat kewilayahan. Wilayah yang dilalui rute lari akan menghadirkan cheering point sebagai bentuk dukungan masyarakat terhadap para peserta.
“Untuk kewilayahan, setiap wilayah yang terlewati oleh jalur lari itu akan ada cheering point, orang-orang bersorak-sorak,” kata Farhan.
Farhan mengatakan, pasukan Gober di wilayah yang dilalui rute lari akan turut dikerahkan untuk melakukan pembersihan selama dan setelah kegiatan berlangsung.
“Untuk kebersihan, 100 persen kebersihan jadi tanggung jawab kita. Enggak hanya Dinas Lingkungan Hidup, tetapi juga seluruh pasukan Gober yang dilewati wilayahnya itu akan ikut membersihkan,” tuturnya.
Dari sisi keamanan, patroli akan dilakukan sejak malam sebelum pelaksanaan. Dinas Perhubungan dan Satpol PP akan melakukan pemantauan di sejumlah wilayah yang menjadi bagian dari rute kegiatan.
Sedangkan untuk aspek keselamatan peserta, tim kesehatan disiagakan di titik-titik yang dinilai krusial sepanjang lintasan.
“Untuk keamanan, dari sejak malam sebelumnya, Dinas Perhubungan dan Satpol PP akan melakukan patroli di wilayah-wilayah tersebut. Sedangkan untuk keselamatannya, tim kesehatan sudah standby di titik-titik yang sangat krusial,” ujar Farhan.
Pemkot Bandung juga memperhatikan kebutuhan peserta untuk melaksanakan ibadah salat Subuh sebelum mengikuti lomba. Bagi peserta yang berlomba pada Sabtu, salat Subuh akan dikonsentrasikan di Masjid Al Ukhuwah, Jalan Wastukencana.
Sementara bagi peserta yang mengikuti lomba pada Minggu, sejumlah titik tempat salat akan disiapkan mulai dari kawasan Cikapayang hingga Cicadas.
“Sedangkan untuk yang lari hari Minggu, masjid atau tempat salat akan mulai disediakan mulai dari Cikapayang sampai ke Cicadas. Ada beberapa titik untuk salat Subuh,” katanya.**
Sumber; Diskominfo Kota Bandung







0 Komentar