![]() |
| Dr. Ira Indrawardana, S.Sos., M.Si.: Integritas, Wawasan Kebudayaan, dan Semangat Persatuan Menjadi Fondasi Generasi Muda Indonesia |
Pandangan tersebut disampaikan Dr. Ira Indrawardana, S.Sos., M.Si., Dosen Antropologi Universitas Padjadjaran (Unpad), dalam pemikirannya mengenai pentingnya membangun karakter generasi muda yang berlandaskan integritas kebangsaan dan wawasan kebudayaan.
Menurutnya, masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas karakter generasi mudanya. Pemuda yang memiliki integritas kebangsaan yang kokoh, wawasan budaya yang luas, serta kepedulian terhadap kehidupan masyarakat akan menjadi kekuatan penting dalam mendorong kemajuan bangsa dan menjaga kedaulatan budaya Indonesia.
Sebaliknya, rapuhnya mentalitas, lemahnya motivasi perjuangan, serta berkurangnya kepedulian terhadap persoalan bangsa dapat menjadi ancaman bagi keberlangsungan persatuan dan masa depan Indonesia.
Pemuda sebagai Jembatan Perubahan Bangsa
Ira mengibaratkan generasi muda sebagai jembatan yang akan mengantarkan bangsa Indonesia menuju masa depan. Jembatan tersebut harus dibangun dengan fondasi integritas, semangat perjuangan, wawasan kebudayaan, dan rasa tanggung jawab terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam konteks tersebut, pembangunan pemuda tidak cukup hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual dan kemampuan bersaing. Pembentukan karakter, kesadaran sejarah, penghargaan terhadap keberagaman, serta kepedulian sosial juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa.
Pemuda perlu memiliki kemampuan untuk memahami perbedaan sekaligus merawat persamaan sebagai sesama warga negara Indonesia. Dengan demikian, keberagaman tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk membangun bangsa yang lebih maju, berdaulat, dan berkepribadian.
Tanggung Jawab Bersama Membangun Karakter Pemuda
Ira menegaskan bahwa pembentukan karakter kebangsaan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Berbagai entitas sosial, mulai dari kelompok etnik, komunitas keagamaan, organisasi politik, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, komunitas underground, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga berbagai kelompok sosial lainnya, memiliki peran dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan.
Setiap lingkungan sosial perlu memiliki orientasi yang sama, yakni membentuk generasi muda yang menjunjung tinggi persatuan, memiliki integritas, menghormati keberagaman, serta menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok yang dapat memecah belah masyarakat.
Pendidikan formal maupun informal menjadi sarana penting untuk mewujudkan tujuan tersebut. Pendidikan kebangsaan tidak hanya disampaikan melalui teori dan pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui keteladanan, interaksi sosial, kegiatan kemasyarakatan, serta praktik nyata dalam menghargai perbedaan.
Dengan pendekatan tersebut, nilai-nilai kebangsaan diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, melainkan tumbuh menjadi sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Meneguhkan Semangat Sumpah Pemuda dan Pancasila
Lebih lanjut, Ira mengingatkan bahwa semangat kebangsaan Indonesia tumbuh melalui perjalanan sejarah panjang. Kebangkitan Nasional yang dipelopori berdirinya Budi Utomo pada 20 Mei 1908 menjadi salah satu tonggak penting dalam perkembangan kesadaran kebangsaan. Semangat tersebut kemudian memperoleh peneguhan melalui Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.
Sumpah Pemuda menegaskan komitmen untuk bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia. Semangat inilah yang menjadi salah satu fondasi penting bagi terbentuknya identitas nasional Indonesia.
Dalam kehidupan berbangsa saat ini, nilai-nilai tersebut perlu terus diperkuat melalui pendidikan dan pembinaan generasi muda yang mengacu pada semangat persatuan dalam satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, dengan Pancasila sebagai dasar negara serta Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi.
Penguatan nilai-nilai tersebut bukan berarti menghilangkan identitas etnik, agama, maupun kebudayaan masing-masing kelompok. Sebaliknya, identitas yang beragam perlu ditempatkan dalam kesadaran bersama sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang majemuk.
Merawat Persatuan, Menyiapkan Masa Depan Indonesia
Gagasan Pemuda Indonesia, Jembatan Kebangsaan menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa bukan hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kualitas karakter masyarakatnya, terutama generasi muda.
Karena itu, seluruh elemen bangsa perlu mengambil bagian dalam membangun pemuda yang berintegritas, memiliki daya juang, berwawasan kebudayaan, serta mampu merawat persatuan di tengah dinamika perubahan zaman.
Pemuda Indonesia harus dipersiapkan bukan sekadar menjadi generasi penerus, melainkan juga generasi yang mampu menjaga nilai-nilai kebangsaan, mengembangkan kebudayaan, dan menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat.
Dengan fondasi kebangsaan yang kuat dan kesadaran akan keberagaman, generasi muda diharapkan mampu menjadi jembatan yang kokoh untuk mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang lebih maju, berdaulat, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila.**
Sumber;
Dr. Ira Indrawardana, S.Sos., M.Si.
Dosen Antropologi Universitas Padjadjaran (Unpad)



0 Komentar