Subscribe Us


 

Tumpukan Sampah dan Antrian Roda Sampah menjadi Polemik dan Sangat Menggangu Lalulintas dan Aktivitas Warga Masyarakat


MEDIASAKSINEWS, BANDUNG
-- Tagline Bandung Resik - Bersih - Juara, terselip tumpukan sampah dan antrian roda sampah yang membuat terkesan semberawut, melihat tak nampak indah untuk dipandang dan aroma dari bau sampah tersebut sangat mencemari polusi udara hingga tercium sangat mengganggu warga sekitar dan warga yang lalu lalang yang melalui akses jalan tersebut.

penumpukan sampah tersebut persisnya disekitaran TPS  Pasar Ancol, Kelurahan  Ancol Kecamatan Regol Kota Bandung, Selasa, 18/19/2022


Ketika di temui awak media dan pada saat itu sedang melakukan  Sidak (Seklur) Kelurahan Ancol Rosma Muhammad Sulam Taufiq, mengatakan Kami melakukan ini atas perintah Lurah Budi Haedar Mukti, karena adanya pengaduan dari warga masyarakat.

Dalam melaksanakan sidak ke TPS, Rosma sangat kaget, melihat tumpukan  sampah dan antrian roda sampah sampai di atas jembatan bahkan sampe berjajar keluar area TPS berjejer di pinggir jalan umum disekitaran pemukiman warga, ini sangat megangu lalul intas dan aktivitas  warga, katanya.

"Dulu waktu saya yang  mengontrol TPS  ini tidak sampai seperti ini, makanya saya sangat kaget.” Ucapnya.


Ini terjadi karena disebabkan hari sabtu tidak di ambil, kemudian  pengambilan sampah satu armada perhari sampai saat ini, padahal pihak DLHK sendiri sering mengontrol  dan ini juga sudah enam hari roda sampah belum di bongkar penumpukan sampah ini terjadi sudah hampir satu bulan menurut Ayah Pengelola TPS.

Permasalahan penumpukan dan berjejer nya roda sampah tersebut sudah kami rapatkan bersama Kelurahan  Ancol  dan  Kelurahan Burangrang, kami adakan rapat dengan PD Pasar Ancol dan dari petugas  DLHK, Alhamdulillah terjadi kesepakatan, pihak DLHK memfasilitasi bisa dua unit armada per hari  untuk Pengambilan sampah   (TPS) Pasar Ancol. “Kata rosma.

"Kami berharap kepada instansi pemerintahan terkait, untuk segera mengambil langkah perihal pengambilan sampah di TPS ini bisa lebih cepat, apalagi dalam rangka menyongsong "Adipura", kalau  bisa jangan ada lagi penumpukan dan berjejer roda sampah seperti ini, semoga cepat terselesaikan menuju Bandung bersih, resik, nyaman dan juara.”Ucapanya.

Di hari yang  berbeda 19/10/2022 ketika di temui Kepala Pasar Karapitan  Morris Melvin mengatakan Awal berdirinya TPS pasar Karapitan ini hanya diperuntukan pembuangan sampah pasar dan hanya 4 RW untuk wilayah sekitar umumnya, tapi nyatanya di pakai tiga kelurahan yang dimana satu kelurahan memiliki  beberapa RW, sementara kapasitas dan fasiltas tidak memadai.

kami tidak mengelola TPS  untuk  umum, kami hanya mengelola sampah pasar  paling banyak perhari sekitar 4 kubik

Sementara perihal sampah umum tersebut di kelola oleh putra daerah yang bernama Ayah dan kami tidak tau untuk pembayaran sampah warga tersebut  dan pengelolannya serta teknisnya seperti apa, tuturnya terhadap awak media.

"Dan kami sudah coba melapor dan berkoordinasi bahkan mengajukan permohonan terkait untuk penyelesaian penumpukan sampah yang sekarang menjadi polemik di wilayah TPS pasar Ancol, sampai saat ini belum ada tanggapan maupun jawaban", pungkasnya.


(Red)


Posting Komentar

0 Komentar