Subscribe Us


 

Perumda Tirtawening Klaim Mampu Penuhi Kebutuhan Air Warga Kota Bandung, Tinggal Tunggu Persetujuan Pemkot

Ilustrasi air- Perumda Tirtawening mengklaim mampu memenuhi kebutuhan air bagi 100 persen warga Kota Bandung. Tinggal menunggu persetujuan pemkot.

MEDIASAKSINEWS -- Perumda Tirtawening mengklaim mampu memenuhi kebutuhan air bagi 100 persen warga Kota Bandung. Hal itu dapat terealisasi jika terjadi kesepakatan kerjasama antara Perumda Tirtawenig dan Perum Jasa Tirta (PJT) 2.

Dirut Perumda Tirtawening, Sonny Salimi mengatakan realisasi kerjasama masih menunggu persetujuan dari Pemkot Bandung.

"‎Tentunya ini kan kerjasama be to be antara Perumda Tirtawening dan PJT 2, dan itu harus mendapat persetujuan dari Pj Wali Kota maupun Wali Kota, sehingga ini bisa terealisasi segera," kata Sonny pada Kamis, 21 September 2023.

Dilansir Ayobandung.com, Sonny mengungkapkan, Perumda Tirtawening masih mengalami ketebatasan dalam menyuplai air ke warga Kota Bandung. Sejauh ini, pihaknya baru mampu mengalirkan air di angka 2.300 liter air perdetik.

Idealnya, dibutuhkan aliran air hingga 6.000 liter perdetik untuk memenuhi kebutuhan air bagi warga Kota Bandung.

"Upaya kita adalah menjalin kerja sama dengan PJT 2, dimana mereka sebagai pengelola air yang ada di Cekungan Banndung, baik Saguling, Cirata, Jatiluhur, mereka menawarkan kerjasama, mereka akan mengalirkan air sebanyak 3.500 liter air perdetik, nah inu mungkn dapat memenuhi kebutuhan kota, termasuk kebutuhan air hidrant," tegasnya.

Sonny menuturkan, pihaknya telah memiliki skema kerjasama dengan PJT 2. Sonny optimis, pelaksanaan pekerjaan dapat dilaksanakan paling lambat di awal tahun 2024 jika kerjasama tersebut mendapat restu dari pemerintah.‎

"Sebagai informasi jika disetujui pimpinan, paling lambat awal 2024 pekerjaan konstruksi sudah dilakukan," pungkasnya.

‎Sebetulnya, Perumda Tirtawening merespon narasi miring soal banyaknya hidran yang tidak berfungsi di Kota Bandung. Bahkan, keluhan tidak berfungsinya hidran di Kota Bandung dikeluhkan pula oleh pihak Diskar PB.

Direktur Utama Perumda Tirtawening, Sonny Salimi tak menampik jika mayoritas hidran di Kota Bandung tidak berfungsi optimal. Pasalnya, mayoritas hidran masih mengandalkan aliran dari sumber air baku.

"Hidran itu masih distribusinya masih mengandalkan air dari air baku, dimana aliran tersebut juga mengalir ke masyarakat, jadi sulit mendapatkan air bertekanan," kata Sonny di Kota Bandung, Selasa, 19 September 2023.

Sonny mengungkapkan, kondisi tersebut makin diperparah dengan belum maksimalnya suplai air ke seluruh Kota Bandung. Sejauh ini, Perumda Tirtawening baru dapat menfasilitasi air sebanyak 2.300 liter perdetik.

Dari kajian Perumda Tirtawening, jumlah tersebut jauh dari angka ideal jika dibandingkan dengan kebutuhan penduduk Kota Bandung yang mencapai 2,5 juta jiwa.

"Kami pernah menghitung, kebutuhan kota agar bisa melayani 100 persen penduduk yang 2,5 juta itu, dan berikut fasilitasnya adalah, 6.000 liter perdetik, kapasitas kita sekarang ada 2.300 perdetik," ungkapnya.

Belum ada catatan pasti soal jumlah hidran yang tersebar di Kota Bandung. Data Perumda Tirtawening, setidaknya ada 90 hidran yang tersebar di seluruh penjuru Kota Bandung.

Namun, Sonny tak menampik jika hanya ada empat hidran yang berfungsi stabil dengan tekanan maksimal.

"‎Yang pasti ada airnya, adalah hidrant yang mengambil dari sumber air baku dari Cikalong, 24 jam dengan tekanan tinggi, ada di empat lokasi, ada di Cikapayang, Supratman, Kiaracondong, dan Buahbatu," ujarnya.

Sonny menyayang jika ada pihak-pihak yang menyudutkan Perumda Tirtawening dengan tidak optimalnya fungsi hidran di Kota Bandung. Meski begitu, Sonny menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya agar ada solusi untuk menyalurkan air secara stabil di hidran-hidran yang ada di Kota Bandung.

"Sebetulnya pada kondisi El Nino maupun tidak hidrant yang ada di Kota Bandung, khususnya hidrant yang mengandalkan sistem distribusi itu memang agak sulit untuk mendapatkan air atau air bertekanan, karena air produksi kita sebagian besar untuk kebutuhan masyarakat dan itupun belum cukup," ujarnya.

"Tapi kita coba, kami tengah menjalin kerjasama dengan pengelola jasa tirta 2, untuk pemenuhan air termasuk hidran," pungkasnya.‎**





Tim Redaksi 

Posting Komentar

0 Komentar