![]() |
| Angkatan laut AS di kawasan Laut China Selatan. |
Menurut Topwar.ru, Indonesia gagal membeli SU-35 dari Rusia karena ketakutan akan sanksi CAATSA AS.
Sanksi tersebut memungkinkan Indonesia akan dijatuhi sanksi oleh AS karena dianggap melakukan transaksi dengan musuh AS.
Musuh AS yang dimaksud dalam sanksi tersebut antara lain adalah, Rusia, Iran, dan Korea Utara.
Selain itu Indonesia dianggap juga memiliki keuntungan besar jika memiliki hubungan dekat dalam urusan militer dengan AS.
Hal tersebut diungkapkan oelh situs berita Rusia Regnum.ru, ada beberapa alasan yang menguntungkan Indonesia jika lebih condong ke AS.
Dalam tingkat global, AS dikenal mengedepankan kepentingan demokrasi di seluruh dunia.
Apa lagi Indonesia juga memposisikan dirinya sebagai negara demokratis.
Apalagi para peneliti Barat menyebutnya sebagai negara demokrasi ketiga di dunia dalam hal jumlah penduduk setelah India dan Amerika Serikat.
Oleh karena itu, mengingat teori perdamaian demokratis, para pendukung liberalisme yakin bahwa negara-negara demokrasi tidak berperang satu sama lain.
Oleh karena itu, kecil kemungkinan konfrontasi antara Amerika Serikat dan Indonesia dapat berkembang menjadi lebih besar.
Di kawasan Asia Tenggara, jika Indonesia memihak AS, kemungkinan besar Indonesia dapat menghindari keterlibatan langsung dalam konflik Laut Cina Selatan.
Hanya dengan memberikan akses AS ke pangkalan dan bantuan intelijen.
Hal yang sama tidak dapat dilakukan oleh Tiongkok.
Selain itu Indonesia kemungkinan terseret ke dalam permusuhan dengan Tiongkok akan meningkat karena Tiongkok yang melakukan klaim sepihak atas kawasan Natuna.
Amerika Serikat bukanlah pihak lawan dalam konflik teritorial di Laut Cina Selatan, meski terlibat langsung di dalamnya, akan membela kebebasan navigasi dan perdagangan di kawasan.
Sebaliknya, Tiongkok berupaya memperluas kawasan dari perairan Laut Cina Selatan.
Dengan memperluas perbatasan dan lingkup pengaruhnya di kawasan tersebut, di mana kepentingan Tiongkok saling terkait dengan Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Ringkasnya, kemungkinan besar Indonesia lebih condong di pihak AS.
Namun perlu dicatat bahwa pilihan terbaik bagi Indonesia adalah tetap bermanuver antara kepentingan Amerika Serikat dan Tiongkok.
Selama negara-negara besar saling mendukung, negara-negara di kawasan Asia Tenggara dapat memperoleh manfaat maksimal.
Dan pilihan yang paling menjanjikan adalah memperkuat posisi di Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).**
Editor: Albert Alau
sath
Sumber: topwar.ru, Regnum.ru
Tim Redaksi



0 Komentar