Hal tersebut diungkapkan Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono saat mengunjungi Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung, pada Selasa 2 Desember 2023.
“Pemerintah punya kewajiban memberikan kesempatan pendidikan yang layak. Anak didik kita tidak boleh tidak mendapatkan akses pendidikan,” kata Bambang.
Untuk itu, Pemkot Bandung memberikan perhatian khusus dari aspek anggaran maupun sumber daya manusia. Di antaranya dengan menyediakan formasi untuk tenaga pendidikan setiap tahunnya baik sebagai regenerasi maupun pengembangan pelayanan.
Bambang berharap, para guru bekerja maksimal untuk mencerdaskan anak didik dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dengan tetap mengedepankan nilai-nilai agama dan sosial.
“Peningkatan SDM Pengajar tujuannya agar anak didik berkualitas. Kita sudah menyiapkan bagaimana anak didik kita harus diberikan akses pendidikan dengan peningkatan kualitas guru, modul-modul,” ujarnya.
“Updating dan inventarisasi data sekolah rusak terus kita lakukan. Namun manakala ada keterbatasan anggaran kita bisa kolaborasikan dengan berbagai pihak,” kata dia.
Bambang juga mengapresiasi telah dibentuknya Satgas anti perundungan di seluruh sekolah di Kota Bandung. Menurutnya, kehadiran satgas sangat penting untuk meredam potensi perundungan, tawuran antar pelajar serta berperan sebagai orang tua dan menjadikan sekolah menjadi rumah kedua bagi peserta didik yang menanamkan nilai-nilai kebajikan dan budi pekerti yang baik.
“Saya apresiasi bahwa sudah ada satgas anti perundungan Ini perlu disebarluaskan bahwa di seluruh sekolah telah dibentuk satgas anti perundungan,” katanya.
“Bagaimana satgas berperan saat terjadi peristiwa perundungan dan bekerja efektif, pencegahan juga sangat penting. Optimalkan peran satgas termasuk terkait parenting,” imbuhnya.
Ia berharap, dengan anggaran sebesar Rp1,8 triliun atau lebih dari 20 persen dari proporsi APBD bagi Dinas Pendidikan dapat menghadirkan kinerja yang maksimal.
“Anggaran Rp1,8 triliun harus bisa maksimal menghadirkan ekspektasi masyarakat. Mumpung kita ditahun baru, kita punya rencana kerja yang terukur,” ungkapnya.
“Kemudian hadirnya RMP (Rawan Melanjutkan Pendidikan) yang prinsipnya bahwa tidak boleh ada warga kota Bandung yang tidak bersekolah,” kata dia.
“Bahkan satgas anti perundungan telah dibentuk di semua sekolah dan ini menjadi percontohan dari Kemendikbud Alhamdulillah responnyacukup baik,” ujarnya.**
Red.







0 Komentar