Penjabat (Pj) Wali Kota Bandung, A. Koswara menjelaskan, program ini bertujuan untuk mengatasi kerusakan lahan kritis yang berpotensi memicu bencana seperti longsor dan banjir.
"Lahan kritis adalah ancaman bagi kehidupan. Kita perlu menanam tanaman keras di lahan-lahan terbuka ini. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama semua komponen masyarakat untuk menjaga keberlanjutan Kota Bandung," ujar Koswara, Sabtu 23 November 2024.
Sedangkan Pj Sekretaris Daerah Kota Bandung, Dharmawan menambahkan, gerakan ini juga menjadi langkah strategis menghadapi tantangan perubahan iklim dan pemanasan global.
"Bandung Menanam Jilid 6 bertujuan menghijaukan daerah tangkapan air, meningkatkan kapasitas serapan karbon, serta menyediakan manfaat ekonomi dan ruang terbuka hijau bagi masyarakat. Ini adalah langkah konkret menghadapi tantangan lingkungan global," jelasnya.
Sebagai informasi, penanaman di kawasan Kanhay mencakup lahan seluas 6,9 hektar dengan 2.130 pohon. Sedangkan 7.850 pohon lainnya ditanam di kecamatan lain secara serentak. Total keseluruhan pohon yang ditanam mencapai 31.000 bibit, yang terdiri atas 75% tanaman keras dan 25% tanaman sela.
- ASN Kota Bandung: 15.975 pohon
- CSR dan TJSL: 9.591 pohon
- Dinas Lingkungan Hidup: 2.985 pohon
- DSDABM: 1.460 pohon
- DPKP: 1.000 pohon
Dharmawan menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program konservasi yang dilakukan.
Sebagai informasi, kegiatan Bandung Menanam Jilid 6 juga dihadiri para calon wali kota dan wakil wali kota, partai politik, KPU, Bawaslu, perusahaan TJSL, para kepala OPD dan berbagai elemen masyarakat lainnya. (rob)**
Sumber: Diskominfo Kota Bandung


.jpg)





0 Komentar