Konferensi mengusung tema “The Zakat Contribution Towards the World Poverty Alleviation and Welfare” dan dihadiri oleh peserta dari berbagai negara.
Koswara menyatakan, zakat bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga platform kesetiakawanan sosial yang mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat global.
Ia juga menuturkan, kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, akademisi dan lembaga pengelola zakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan dampak positif yang lebih luas.
Peran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Kota Bandung hingga kini dinilai sangat signifikan dalam memberdayakan masyarakat dan membantu pengentasan kemiskinan.
Tidak hanya membahas strategi pengumpulan zakat, konferensi ini juga fokus pada inovasi distribusi dan pemanfaatannya agar manfaat zakat dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Koswara juga menyampaikan permohonan maaf jika terdapat ketidaknyamanan selama para peserta berada di Bandung, seperti kemacetan atau pembangunan infrastruktur yang sedang berlangsung.
“Semoga kunjungan Anda ke Bandung tetap berkesan, terutama dengan ragam kuliner khas kota ini yang menggugah selera,” katanya sembari menutup sambutan dengan pantun yang menggambarkan pentingnya zakat sebagai kunci keberkahan. (ziz)**
Kepala Diskominfo Kota Bandung








0 Komentar