Dalam sosialisasi yang digelar pada 3 Desember 2024, berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Bandung, Bappelitbang, dan DPRD menyampaikan, pentingnya dokumen ini sebagai panduan untuk membangun Kota Bandung yang maju, berkelanjutan, dan berkeadilan.
“Ini adalah komitmen bersama seluruh stakeholder, mulai dari pemerintah kota, DPRD, hingga masyarakat. Semua kepala daerah terpilih ke depan wajib menjadikan RPJPD sebagai pedoman,” ujar Koswara.
“Prioritas anggaran menjadi kunci agar pembangunan benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat, kualitas layanan publik, dan daya saing daerah,” tambahnya.
Fokus utamanya mencakup peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan gini rasio, serta pengurangan emisi gas rumah kaca.
Ia menambahkan, isu strategis seperti urbanisasi, infrastruktur, dan tantangan ekonomi telah menjadi perhatian utama dalam perencanaan ini. Dengan pendekatan yang terarah, RPJPD diharapkan mampu menjawab tantangan dan mengoptimalkan potensi Kota Bandung.
“Dokumen ini bukan hanya sekadar angka, tetapi menjadi pedoman dalam menjawab permasalahan sosial, ekonomi, hingga budaya yang terus berkembang,” katanya.
Sosialisasi RPJPD 2025-2045 menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk menciptakan Bandung yang maju dan berkelanjutan. Dengan RPJPD sebagai peta jalan, Kota Bandung siap menghadapi tantangan dan meraih peluang untuk menjadi kota jasa yang kreatif, ramah lingkungan, dan berdaya saing global. (ray)**
Sumber: Diskominfo Kota Bandung









0 Komentar