Antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Salah satu peserta mudik gratis, Tri, yang berangkat bersama enam anggota keluarganya ke Solo, mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas ini.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan yang melepas para pemudik menyebut, mudik bukan hanya sekadar perjalanan fisik, tetapi juga bagian dari budaya yang mempererat tali silaturahmi.
Ia juga mengingatkan pentingnya keamanan dan ketertiban selama mudik Lebaran. Oleh karena itu, Pemkot Bandung bersama Forkopimda telah mencanangkan Satgas Anti Premanisme guna memastikan Kota Bandung tetap kondusif selama masa mudik dan perayaan Idulfitri.
"Kami ingin Bandung tetap menjadi kota yang aman dan nyaman bagi semua, baik yang mudik maupun yang tetap tinggal di sini merayakan Lebaran," tambahnya.
Berikut rincian rute dan jumlah peserta mudik gratis tahun ini:
- Bandung – Surabaya (via Utara dan Selatan) sebanyak 2 bus (100 seat)
- Bandung – Yogyakarta (via Selatan) sebanyak 1 bus (50 seat)
- Bandung – Cirebon – Kuningan sebanyak 1 bus (59 seat)
- Bandung – Tasikmalaya – Banjar sebanyak 1 bus (50 seat)
"Setiap tahun, jumlah pemudik terus meningkat, terutama dari kota-kota besar seperti Bandung. Dengan adanya program ini, kami berharap lebih banyak warga yang bisa mudik dengan nyaman tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi," ungkapnya.
Sebelum diberangkatkan, seluruh bus telah menjalani pemeriksaan kelaikan kendaraan guna memastikan kondisi transportasi dalam keadaan prima.
Lebih lanjut, sebagai langkah antisipasi keamanan, Dishub Bandung juga menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung untuk melakukan tes urine bagi pengemudi, guna memastikan mereka bebas dari zat berbahaya yang bisa membahayakan perjalanan.
"Kami ingin memastikan semua pemudik bisa sampai ke tujuan dengan selamat. Oleh karena itu, selain memeriksa bus, kami juga mengecek kesehatan pengemudi agar mereka benar-benar siap menjalankan tugasnya," ungkapnya.(rob)**








0 Komentar