Dalam surat undangan resmi bernomor 017/URN/JKT/XI/2025, Forum menyampaikan bahwa situasi ekonomi, politik, dan penegakan hukum di Indonesia masih menghadapi banyak tantangan. Kondisi tersebut berimbas pada sektor ketenagakerjaan, terlihat dari meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK), bertambahnya pengangguran, hingga ketidakpastian implementasi sejumlah regulasi yang mengatur hak-hak pekerja.
Forum menegaskan bahwa perubahan sosial dan ekonomi yang cepat menuntut gerakan pekerja untuk memperkuat konsolidasi internal agar dapat berperan aktif dalam memberi masukan kebijakan serta menjaga kepentingan buruh. Konsolidasi Nasional ini disiapkan sebagai wadah dialog strategis antara pimpinan serikat pekerja, pakar hukum, dan akademisi.
Sejumlah tokoh nasional hadir memberikan pandangan, di antaranya:
Selain itu, senada dikatakan R. Yadi Suryadi sebagai Ketua Umum Serikat Buruh Nasionalis Indonesia (SBNI) Jawa Barat, dalam sesi pandangannya, menekankan pentingnya persatuan gerakan serikat pekerja sebagai modal utama dalam memperjuangkan hak-hak buruh, memperkuat posisi tawar, dan memastikan isu-isu strategis ketenagakerjaan mendapatkan perhatian pemerintah.
Dalam arah konsolidasi dan tujuan strategis tersebut disepakati pertemuan ini merumuskan agenda strategis yang fokus pada: penguatan koordinasi antar serikat pekerja dan serikat buruh, penyusunan rekomendasi bersama terkait isu-isu perburuhan terkini, perumusan langkah advokasi kebijakan berbasis riset, serta pemantapan sikap organisasi buruh menghadapi dinamika ekonomi dan ketenagakerjaan ke depan.
Para inisiator Forum Urun Rembug Nasional dari berbagai konfederasi dan federasi serikat pekerja menandatangani undangan tersebut, sekaligus mengajak seluruh pimpinan organisasi buruh untuk berpartisipasi aktif dalam merumuskan arah gerakan pekerja di tingkat nasional.
Pertemuan ini dipandang sebagai momentum penting bagi gerakan buruh Indonesia untuk bersatu, memperkuat soliditas, dan membangun posisi strategis dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan yang terus berkembang.***



.jpg)


0 Komentar