Menurut pakar tata kota ITB, Denny Zulkaidi, pembagunan Teras Cihampelas yang menelan anggaran 48 miliar pada era Walikota Ridwan Kamil di anggap salah kaprah .Denny menyarankan agar Jalan Cihampelas dikembalikan ke situasi semua sebagai cagar budaya, tanpa memikirkan anggaran yang telah dikeluarkan.
Dari apa yang sudah dikatakan beberapa pakar maupun kebijakan otoritas daerah Kota maupun Provinsi, mungkin saya hanya menyarankan saja, beberapa ide yang bisa dipertimbangkan untuk penataan ulang Teras Cihampelas adalah:
• Mengembalikan fungsi asli Jalan Cihampelas : Mengembalikan Jalan Cihampelas sebagai jalur utama untuk kendaraan dan pejalan kaki, serta menghilangkan struktur yang mengganggu aliran lalu lintas.
• Membuat bangunan tinggi di sisi kanan dan kiri: Membuat bangunan tinggi di sisi kanan dan kiri Teras Cihampelas untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan pengunjung.
• Menghidupkan kembali toko- toko di Jalan Cihampelas: Menghidupkan kembali toko-toko di jalan Cihampelas dengan memberikan insentif dan fasilitas yang memadai.
Namun, perlu diingat bahwa penataan ulang Teras Cihampelas harus dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
Teras Cihampelas memang sudah menjadi ikon" Kota Bandung dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.Menghilangkan begitu saja mungkin tidak akan diterima oleh masyarakat.
Pemerintah harus mempertimbangkan beberapa hal sebelum membuat keputusan, seperti :
• Nilai ekonomi: Teras Cihampelas telah menjadi destinasi" wisata populer dan memberikan kontribusi besar bagi perekonomian lokal.
Nilai sosial:
Teras Cihampelas telah menjadi tempat berkumpul dan berinteraksi bagi masyarakat Bandung.
• Nilai budaya:
Teras Cihampelas memiliki nilai budaya yang tinggi sebagai salah satu ikon kota Bandung.
Pemerintah harus memiliki ketegasan dan rencana yang jelas dan transparan untuk penataan ulang Teras Cihampelas, serta mempertimbangkan aspirasi masyarakat.Jika memang harus dibongkar, maka harus ada alternatif yang lebih baik dan lebih baik dan lebih bermanfaat bagi masyarakat.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, harus memiliki keberanian untuk membuat keputusan yang tepat dan tidak hanya mengikuti arahan gubernur saja. Turun kebawah dan mendengarkan aspirasi masyarakat adalah langkah yang sangat tepat! .
Dengan demikian dapat memahami kebutuhan dan harapan masyarakat secara langsung dan membuat keputusan yang lebih baik.
Marwah sebagai penguasa otonomi daerah harus dijaga, dan siap untuk melakukannya.
Tentunya Pemerintah daerah harus mempersiapkan untuk menghadapi isu Teras Cihampelas:
1.konsultasi dengan masyarakat: Turun kebawah dan mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung.dan bisa mengadakan forum diskusi, survei, atau pertemuan dengan warga setempat.
2.Kajian akademisi: Minta bantuan dari akademisi atau pakar tata kota untuk melakukan kajian tentang Teras Cihampelas dan memberikan rekomendasi.
3.Evaluasi anggaran:
Lakukan evaluasi tentang anggaran yang telah dikeluarkan untuk pembangunan Teras Cihampelas dan identifikasi apakah ada kesalahan atau kekurangan.
4.Arternatif solusi:
Tawarkan arternatif solusi yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi masyarakat, seperti renovasi atau penataan ulang.
5.Komunikasi dengan gubernur :
Jalin komunikasi dengan gubernur alasan dan tujuan dari rencana pembongkaran Teras Cihampelas.
6.Persiapan rencana aksi:
Buat rencana aksi yang jelas dan terstruktur untuk menghadapi kemungkinan pembongkaran Teras Cihampelas.
7.Masyarakat sebagai mitra :
Libatkan masyarakat sebagai mitra dalam proses pengambilan keputusan dan implementasi rencana.
Atau arternatif lainya pemerintah bisa mempertimbangkan untuk :
• Mengadakan sayembara desain untuk penataan ulang Teras Cihampelas
• Mengundang pakar yang berpengalaman untuk memberikan masukan
• Membuat kampanye sosial media untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya Teras Cihampelas
Sebagai saran pendapat, Wali Kota Bandung harus memutuskan untuk :
1. Membentuk Tim Khusus:
Membentuk tim khusus yang terdiri dari akademisi,pakar tata kota, dan masyarakat untuk melakukan kajian dan evaluasi tentang Teras Cihampelas.
2.Mengadakan Sayembara Desain:
Mengadakan sayembara desain untuk penataan ulang Teras Cihampelas dengan tema " Menghidupkan kembali Teras Cihampelas sebagai ikon Kota Bandung"
3.Mengundang Pakar Internasional:
Mengundang pakar internasional untuk memberikan masukan dan rekomendasi tentang penataan ulang Teras Cihampelas.
4.Masyarakat sebagai Mitra:
Masyarakat sebagai mitra dalam proses pengambilan keputusan dan implementasi rencana penataan ulang Teras Cihampelas.
5.komunikasi dengan Gubernur:
Jalin komunikasi dengan gubernur untuk memahami alasan dan tujuan pembongkaran Teras Cihampelas dan mencari solusi yang terbaik bagi masyarakat.
Dengan kondisi seperti ini pemerintah daerah akan memutuskan untuk :
• Tidak Membongkar Teras Cihampelas: Tidak membongkar Teras Cihampelas sampai ada kajian dan evaluasi yang lebih lanjut.
• Penataan Ulang:
Melakukan penataan ulang Teras Cihampelas dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat dan rekomendasi dari tim khusus.
Pemerintah daerah dalam hal ini otoritas kebijakan, harus memiliki beberapa evidence untuk mendukung keputusan:
1. Hasil Kajian Akademisi:
Hasil kajian akademis dari tim khusus yang dibentuk menunjukkan bahwa Teras Cihampelas memiliki nilai ekonomi, sosial, dan budaya yang tinggi bagi masyarakat Bandung.
2.Aspirasi Masyarakat:
Hasil survei dan forum diskusi dengan masyarakat menunjukkan bahwa.mayoritas masyarakat Bandung ingin Teras Cihampelas dipertahankan dan di tata ulang " .
3. Rekomendasi Pakar Internasional: Pakar Internasional yang diundang memberikan rekomendasi untuk melakukan penataan ulang Teras Cihampelas dengan mempertimbangkan aspek - aspek lingkungan, sosial dan ekonomi.
4. Analisis Biaya:
Analisis biaya menunjukkan bahwa penataan ulang Teras Cihampelas lebih efektif dan efisien dari pada membongkar dan membagun kembali.
5.Rencana Aksi :
Memiliki rencana aksi yang jelas dan terstruktur untuk melakukan penataan ulang Teras Cihampelas, termasuk jadwal, anggaran, dan sumber daya yang dibutuhkan.
Dengan evidence yang kuat , saya yakin bahwa keputusan untuk tidak membongkar Teras Cihampelas dan melakukan penataan ulang adalah yang terbaik bagi masyarakat Bandung.
Semoga dapat dijadikan bahan diskusi dan kajian pihak terkait lainya, dalam penataan ulang Teras Cihampelas Kota Bandung.**
PENGAMAT KEBIJAKAN PUBLIK DAN POLITIK.
R. WEMPY SYAMKARYA.S.H.M.H.



0 Komentar