Hal tersebut disampaikan dalam dialog interaktif bertajuk “Ngobrol Santai SE2026: Data Ekonomi untuk Masa Depan” yang disiarkan melalui Radio Sonata, Kamis, 19 Februari 2026.
Statistisi Ahli Madya BPS Kota Bandung, Vira Wahyuningrum menyatakan, sensus kali ini menjadi momentum penting dalam memotret kondisi riil perekonomian, mulai dari usaha besar hingga usaha rumah tangga.
“Mulai 1 Mei sampai 31 Juli 2026, petugas sensus akan turun langsung ke lapangan melakukan pendataan secara door-to-door. Semua pelaku usaha akan didatangi tanpa terkecuali,” ujar Vira.
Menurutnya, pendataan menyeluruh ini bertujuan memastikan tidak ada aktivitas ekonomi yang terlewat.
Data yang terkumpul akan menjadi fondasi dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah, termasuk Kota Bandung yang dikenal sebagai kota kreatif dengan dinamika usaha yang sangat beragam.
SE2026 tidak hanya menjadi agenda rutin sepuluh tahunan, tetapi juga terintegrasi dengan pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Integrasi ini diharapkan mampu memperkuat kualitas basis data nasional, sehingga kebijakan yang diambil pemerintah lebih tepat sasaran dan berbasis bukti (evidence-based policy).
Dengan data yang terstruktur dan terintegrasi, pemerintah dapat memetakan potensi sektor unggulan, mengidentifikasi tantangan UMKM, serta merancang strategi penguatan ekonomi daerah secara lebih terarah.
Dalam pelaksanaannya, BPS menerapkan pendekatan modern berbasis digital tanpa meninggalkan metode tatap muka.
Untuk pelaku usaha besar, pengisian kuesioner akan dilakukan melalui metode Computer Assisted Web Interviewing(CAWI).
Tautan kuesioner dikirimkan melalui email sehingga perusahaan dapat mengisi data secara mandiri sesuai kebutuhan internalnya.
Namun, apabila respons belum optimal, petugas tetap akan melakukan kunjungan langsung untuk memastikan kelengkapan dan akurasi data.
Sementara itu, untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta usaha rumah tangga, pendataan dilakukan melalui metode Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI).
Petugas akan mendatangi lokasi usaha dan melakukan wawancara menggunakan perangkat digital, sehingga proses input data berlangsung cepat dan minim kesalahan.
Guna menjamin kualitas pelaksanaan, BPS Kota Bandung telah menyiapkan tahapan rekrutmen dan pelatihan petugas pada Maret hingga April 2026. Para petugas akan dibekali pemahaman mendalam mengenai konsep, definisi usaha, metodologi sensus, hingga etika pendataan.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen BPS untuk menghadirkan data yang akurat, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Data yang akurat hari ini akan menjadi fondasi kebijakan ekonomi di masa depan,” tutur Vira.
BPS Kota Bandung mengajak seluruh pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dan memberikan data yang benar serta lengkap, baik melalui kunjungan langsung petugas maupun pengisian kuesioner secara daring.
Partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan sensus ini. Dengan data yang kuat dan terpercaya, arah pembangunan ekonomi ke depan dapat dirancang lebih presisi, adaptif, dan berkelanjutan.
Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar pendataan, melainkan upaya strategis untuk mencatat denyut ekonomi Indonesia—dan Kota Bandung menjadi bagian penting dalam mozaik besar tersebut. (red)**
Sumber; Diskominfo Kota Bandung



0 Komentar