Subscribe Us


 

Dorong Penguatan Standar Keselamatan Wisata Alam, Duta Tiwi, Elang Khatulistiwa, dan Wanadri Resmi Berkolaborasi


MEDIASAKSINEWS | Bandung, 18 April 2026 – Inisiatif upaya meningkatkan standar keselamatan dan profesionalisme dalam sektor wisata alam Indonesia mendapat dorongan baru. Asosiasi Pemandu Wisata Bhakti Pertiwi (Duta Tiwi), Yayasan Elang Khatulistiwa Indonesia resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pusat Sertifikasi Alam Terbuka Wanadri melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang akan dilakukan pada hari Minggu 19 April 2026, berlokasi di Ekuator Hub Jl. Cigadung Raya Timur No.96, Cigadung, Kec. Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat. 


Menurut Abby, seorang traveller Indonesia, “Para traveller butuh pemandu yang punya keterampilan.”

Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam menjawab kebutuhan mendesak akan pemandu wisata alam yang tidak hanya berpengalaman, tetapi juga memiliki kompetensi yang terstandar dan teruji, khususnya dalam aspek keselamatan dan manajemen kegiatan di alam terbuka.


Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Ketua DUTA TIWI, Andi Sukandi, dan Ketua Pusat Sertifikasi Alam Terbuka Wanadri, Dr. Sri Handajani, M.Pd. Kedua pihak sepakat untuk membangun ekosistem pengembangan sumber daya manusia yang lebih terstruktur melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi.

“Tren wisata alam terus meningkat, tetapi belum selalu diimbangi dengan standar kompetensi pemandu yang masih kurang memadai dalam aspek keselamatan dan manajemen kegiatan di alam terbuka. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya kami untuk menutup kekurangan tersebut,” ujar Andi Sukandi.

Melalui kerja sama ini, program pelatihan dan sertifikasi akan difokuskan pada peningkatan kapasitas pemandu wisata alam, termasuk penguasaan aspek keselamatan, manajemen risiko, serta penyusunan kurikulum berbasis kebutuhan lapangan. Selain itu, kedua lembaga juga akan mengembangkan workshop dan program peningkatan kapasitas secara berkala serta berkelanjutan.


Dr. Sri Handajani menekankan bahwa sertifikasi bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari sistem untuk memastikan kualitas dan keamanan dalam aktivitas wisata alam. “Keselamatan adalah fondasi utama. Dengan standar kompetensi yang jelas, kita bisa memastikan pengalaman wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga aman dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Ruang lingkup kerja sama ini mencakup pelaksanaan pelatihan, sertifikasi kompetensi, pengembangan kurikulum, serta berbagai program kolaboratif lainnya. Inisiatif ini diharapkan dapat menjangkau pemandu wisata di berbagai daerah di Indonesia.

Kerja sama ini juga menjadi sinyal kuat bahwa sektor wisata alam Indonesia mulai bergerak menuju sistem yang lebih profesional dan terstandarisasi, seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap aktivitas luar ruang.

Ke depan, sinergi antara Duta Tiwi, Elang Khatulistiwa, dan Wanadri diharapkan mampu berkontribusi dalam meningkatkan standar nasional bagi pemandu wisata alam, sekaligus memperkuat daya saing sektor pariwisata Indonesia di tingkat global.


Tentang DUTA TIWI

Asosiasi Pemandu Wisata Bakti Pertiwi (juga dikenal sebagai Asosiasi Duta Tiwi) adalah organisasi profesi pemandu wisata yang fokus pada pengembangan kompetensi pemandu di bidang alam dan pegunungan, dipimpin oleh Muhammad Risanta. Asosiasi ini menargetkan peningkatan jumlah pemandu bersertifikasi serta mengintegrasikan mitigasi bencana dalam pengelolaan destinasi wisata.

Berikut adalah poin penting terkait Asosiasi Pemandu Wisata Bhakti Pertiwi:

● Fokus Kompetensi: Mendukung profesionalisme tenaga pemandu, khususnya dalam bidang alam dan pegunungan.

● Mitigasi Bencana: Menekankan keselamatan wisata dengan fokus pada mitigasi bencana di destinasi wisata alam (gunung, sungai, pantai, hutan).

● Pengembangan SDM: Aktif mengadakan pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan peningkatan kapasitas pemandu di daerah-daerah.

● Kolaborasi: Bersinergi dengan lembaga pendidikan dan lembaga pelatihan kerja (seperti Elang Khatulistiwa Indonesia) untuk memperkuat kapasitas SDM.

● Pengurus Tingkat Desa: Melakukan pelantikan pengurus di tingkat desa untuk memajukan desa wisata, contohnya di Desa Wisuda Cupunagara, Subang.


Tentang Yayasan Elang Khatulistiwa Indonesia

Yayasan Elang Khatulistiwa Indonesia adalah organisasi yang fokus pada pelatihan dan pengembangan pemandu wisata alam di Indonesia. Mereka menawarkan program Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) untuk meningkatkan keterampilan profesional dalam pengelolaan destinasi wisata ramah lingkungan.

Aktivitas Utama

Yayasan ini menyediakan jasa pemandu wisata berpengalaman untuk berbagai destinasi alam seperti pantai, gunung, dan hutan, dengan penekanan pada keamanan, etika, dan pelestarian lingkungan.

Mereka juga mengadakan event seperti Elang Run, lomba lintas alam yang menguji fisik dan mental peserta.

Fokus Lainnya

LPK mereka melatih pengelolaan wisata berkelanjutan, termasuk kolaborasi dengan otoritas seperti Badan Otorita Borobudur untuk peningkatan SDM pariwisata.

Tentang Pusat Sertifikasi Alam Terbuka Wanadri.

Pusat Sertifikasi Alam Terbuka Wanadri adalah salah satu unit lembaga otonom

Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri yang fokus pada pelatihan dan sertifikasi kompetensi di bidang kegiatan alam terbuka berbasis ilmu empiris, standar keselamatan, dan profesionalisme.***





Martika Edison, MEDIA SAKSI/TIM JURNALIS MEDIA INDONESIA KOTA BANDUNG

Posting Komentar

0 Komentar