MEDIASAKSINEWS | Bandung, 18 April 2026 – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung bersama Ketua Tim Pengurangan Sampah menghadiri rapat evaluasi bersama tim pendamping Kawasan Bebas Sampah (KBS), Sabtu (18/4/2026). Pertemuan tersebut membahas kinerja pengelolaan sampah kewilayahan sekaligus merumuskan langkah penguatan sistem ke depan.
Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa evaluasi bukan sekadar melihat hasil akhir, melainkan memahami arah serta memperkuat proses yang sedang berjalan. Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan kebijakan pengelolaan sampah berjalan lebih terukur, adaptif, dan berkelanjutan.
Dua poin utama menjadi fokus pembahasan. Pertama, pelibatan lebih dalam Pendamping KBS dalam pengawasan aktivitas Gaslah melalui aplikasi terintegrasi Waste Management System (WMS). Sistem ini diharapkan mampu memperkuat monitoring lapangan, meningkatkan transparansi, serta memudahkan pelaporan secara real time.
Kedua, pendataan serta pengembangan metode pengolahan sampah yang efisien, termasuk penerapan metode compost pit. Metode ini telah terbukti mampu mengurangi volume sampah secara signifikan di Kelurahan Neglasari dan kini tengah ditelaah untuk menjadi salah satu standar pengelolaan sampah organik dalam program Gaslah.
Partisipasi aktif PKBS dalam monitoring lapangan dan pengembangan metode pengelolaan yang sesuai dengan karakteristik kewilayahan diharapkan menjadi komponen strategis dalam penanganan sampah Kota Bandung. Dalam rapat tersebut, tim PKBS juga diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai temuan dan kendala di lapangan sebagai bahan perbaikan kebijakan.
Langkah evaluasi ini menjadi pijakan penting menuju sistem pengelolaan sampah Kota Bandung yang lebih terintegrasi, kolaboratif, dan berkelanjutan, dengan melibatkan berbagai unsur pendamping sebagai mitra strategis pemerintah daerah.***
Sumber: IG@bdg.dlh


.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

0 Komentar