yang bertujuan membentuk 1.000 santri tangguh, religius, dan nasionalis melalui program bela negara di lapangan Aula R.A Kosasih Rindam III Siliwangi, Jl Menado Kota Bandung, Jum'at (17 April 2026).
Kegiatan ini merupakan kegiatan yang Pertama kali di indonesia, karena mengkhususkan kegiatan pada Santri sebagai pesertanya.
Kegiatan kolaborasi dengan IKAL 62 ini menekankan disiplin, akhlak mulia, dan semangat pengabdian.
Tujuan Utama kegiatan Siliwangi Santri Camp 2026 ini bertujuan membentuk karakter santri yang berilmu, berdisiplin, dan berwawasan kebangsaan yang kuat".
kegiatan ini merupakan Kolaborasi Kodam III/Siliwangi bekerja sama dengan Ikatan Alumni Lemhanas RI (IKAL) Angkatan 62.
Peserta diikuti oleh 1000 santri dari Provinsi Jawa Barat dan Banten untuk memupuk jiwa bela negara.
Pembukaan kegiatan SSC 2026 di hadiri oleh Wakil Gubernur Jabar H.Erwan Setiawan, Kepala Kesbangpol Jabar, Para Asisten Kasdam III Siliwangi , Polda Jabar,
Danrindam III SILIWANGI, Brigjen TNI BAGUS, Artha Graha Grup, PT Albasi Karanglayung Indonesia,
Para Pembina Pondok pesantren, Perwakilan IKAL 62,Dandim Kota Bandung, Para Pendukung,
Kolaborasi Kodam lll/Siliwangi kegiatan yang menghadirkan seribu santri dari berbagai ponpes Jabar dan Banten.
Sulhan menambahkan ,Kodam III/Siliwangi bekerja sama dengan Ikatan Alumni Lemhanas RI Angkatan 62 menggelar kegiatan bertajuk Siliwangi Santri Camp (SSC) 2026 atau “Kemah Bela Negara Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI)”. Kegiatan ini ditujukan bagi para santri dan santriwati di wilayah Jawa Barat dan Banten sebagai bagian dari upaya membentuk generasi “jenderal santri” yang berkarakter kuat, religius, dan nasionalis.
Sebanyak 1.000 peserta santri akan mengikuti program ini, didampingi 50 pendamping dan didukung oleh 50 pelatih.
Program SSC 2026 menggabungkan metode teori dan praktik dengan pendekatan pengetahuan serta keterampilan. Materi yang diberikan mencakup pendidikan bela negara sesuai kurikulum Kementerian Pertahanan RI, pembinaan KKRI oleh Kodam III/Siliwangi, pelatihan disiplin dan kepemimpinan, hingga penguatan wawasan kebangsaan berbasis nilai-nilai keislaman.
Selain itu, peserta juga akan mengikuti berbagai kegiatan seperti pembinaan mental dan spiritual, outbound dan team building, pengajian, doa bersama, apel kebangsaan, hingga deklarasi “Siliwangi Santri Bela Negara – Kader KKRI”. Di akhir kegiatan, peserta akan mendapatkan sertifikat bela negara sebagai bentuk pengakuan atas partisipasi mereka.
Lanjut Sulhan, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran santri sebagai pilar strategis bangsa dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di tengah tantangan global seperti disrupsi ideologi dan ancaman non-militer, penguatan karakter bela negara dinilai menjadi kebutuhan mendesak, khususnya bagi generasi muda di lingkungan pesantren.
Melalui program KKRI, Kodam III/Siliwangi menegaskan komitmennya dalam membina sumber daya manusia pertahanan sebagai bagian dari sistem pertahanan semesta. Siliwangi Santri Camp diharapkan menjadi model pembinaan terpadu yang tidak hanya memperkuat fisik dan intelektual, tetapi juga membangun ketangguhan moral dan spiritual para santri.***
Martika Edison Media Jabar.net / Siliwanginews/ Jurnalis Media Indonesia Kota Bandung.








0 Komentar