Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, di LPK Ariyanti, Rabu, 8 Juli 2026.
Farhan mengapresiasi dukungan DPRD Kota Bandung yang mengakomodasi aspirasi masyarakat melalui program pelatihan berbasis keterampilan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Ketenagakerjaan serta seluruh LPK dan LPP yang menjadi mitra pelaksana, termasuk LPK Ariyanti.
"Investasi terbaik adalah membangun manusia yang produktif, kreatif, dan berdaya saing. Itulah ciri masyarakat Kota Bandung yang harus terus kita dorong," ujarnya.
Farhan menilai, perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan otomatisasi telah mengubah dunia kerja secara signifikan. Berbagai jenis pekerjaan baru bermunculan, sementara pekerjaan yang sudah ada ikut bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi.
Di sisi lain, Indonesia saat ini sedang menikmati bonus demografi dengan dominasi penduduk usia produktif. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang besar apabila diiringi peningkatan kompetensi tenaga kerja.
"Bonus demografi hanya akan menjadi angka di atas kertas apabila tidak dibarengi dengan upaya menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kualitas tenaga kerja. Karena itu pelatihan vokasi berbasis unit kompetensi menjadi jembatan antara kebutuhan dunia usaha dan dunia industri dengan kemampuan para pencari kerja," katanya.
Ia berharap, ilmu yang diperoleh benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu meningkatkan kompetensi sekaligus membangun karakter sebagai modal utama meraih kesuksesan.
Lebih jauh, Farhan mendorong peserta untuk tidak hanya memiliki pola pikir sebagai pencari kerja, tetapi juga menjadi pencipta lapangan kerja melalui keterampilan yang dimiliki.
"Pemkot Bandung ingin masyarakat tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu membuka peluang usaha sendiri sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru," ungkapnya.
Ia menyatakan, Pemkot Bandung akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program pelatihan, sertifikasi kompetensi, perluasan kesempatan kerja, hingga penguatan ekonomi kreatif dan kewirausahaan sebagai bagian dari mewujudkan visi Bandung UTAMA (Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis).
Pelatihan berlangsung mulai 8 Juli 2026 selama 10 hari dengan delapan jenis pelatihan, yaitu catering, pastry, pastry level 2, barista dasar, digital marketing, tata rias pengantin, tata rias remaja, serta barber.
Menurut Yayan, jenis pelatihan tersebut dipilih berdasarkan kebutuhan pasar kerja dan pengalaman Disnaker dalam melihat bidang-bidang yang memiliki peluang penyerapan tenaga kerja tinggi maupun peluang usaha yang besar.
"Pelatihan ini kami susun berdasarkan data dan pengalaman bahwa bidang-bidang tersebut relatif cepat menyerap tenaga kerja dan juga mudah dikembangkan menjadi usaha mandiri oleh masyarakat," ujarnya.
Ke depan, Disnaker Kota Bandung juga akan mengembangkan pelatihan yang mengikuti perkembangan teknologi. Salah satunya melalui rencana kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menyelenggarakan pelatihan teknisi kendaraan listrik.
Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 3.500 warga ber-KTP Kota Bandung akan mengikuti pelatihan yang dibagi dalam 175 paket pelatihan. Kegiatan yang dimulai saat ini merupakan batch pertama, dan akan dilanjutkan dengan tiga batch berikutnya hingga seluruh peserta mendapatkan pelatihan.
Seluruh pelatihan dilaksanakan di berbagai LPK yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bandung agar lebih mudah dijangkau masyarakat.
Selama mengikuti pelatihan, peserta memperoleh berbagai fasilitas berupa makan dan minum, seminar kit, alat serta bahan pelatihan, uang transport sebesar Rp50.000 per hari, serta sertifikat yang diterbitkan oleh Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung. (red)**
Sumber; Diskominfo Kota Bandung







0 Komentar