Subscribe Us


 

Adit Barli: Sunda Adalah Nilai, Bukan Sekadar Identitas


MEDIASAKSINEWS | Bandung – Budayawan dan perupa muda Bandung, Adit Barli, menegaskan bahwa Sunda bukan sekadar identitas etnis yang melekat pada seseorang, melainkan sebuah nilai luhur yang harus dipahami, dijaga, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Menurut Adit Barli, budaya Sunda memiliki kekayaan filosofi yang sangat relevan dengan perkembangan zaman. Nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi pedoman hidup masyarakat Sunda, tetapi juga dapat menjadi inspirasi dalam membangun karakter bangsa yang beradab, santun, dan berkemajuan.

"Jangan remehkan Sunda, karena Sunda adalah sebuah nilai. Sunda bukan hanya soal asal-usul atau simbol budaya semata, tetapi tentang bagaimana seseorang menjalankan nilai-nilai kehidupan yang luhur dalam kesehariannya," ujar Adit Barli.

Ia menjelaskan bahwa filosofi Sunda mengajarkan berbagai nilai kemanusiaan yang universal, di antaranya soméah hade ka semah yang mengajarkan keramahan kepada siapa pun, silih asih, silih asuh, silih asah yang menanamkan semangat saling menyayangi, saling membimbing, dan saling mengingatkan dalam kebaikan.

Selain itu, terdapat pula prinsip cageur, bageur, bener, pinter yang menjadi fondasi karakter masyarakat Sunda untuk hidup sehat, berakhlak baik, jujur, dan cerdas. Karakter Sunda juga dikenal melalui filosofi morang-maring tapi lemes, yakni tegas dalam prinsip namun tetap santun dalam bertutur kata dan bersikap.

Adit Barli menilai bahwa generasi muda Sunda saat ini harus mampu memahami esensi nilai-nilai tersebut. Menjadi Sunda, menurutnya, bukan semata-mata ditunjukkan melalui pakaian adat, iket kepala, atau atribut budaya lainnya, melainkan tercermin dari perilaku dan karakter yang mencerminkan nilai-nilai Nyunda.

"Jadilah generasi muda Sunda yang kekinian, progresif, dan mampu bersaing di era modern, tetapi tetap memiliki jiwa serta perilaku yang Nyunda. Karena hakikat Nyunda bukan terletak pada penampilan luar, melainkan pada karakter, akhlak, dan cara berpikir yang berlandaskan nilai-nilai leluhur," tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Sunda selama ini disegani bukan hanya karena memiliki banyak tokoh pejuang dan petarung tangguh, tetapi juga karena melahirkan banyak intelektual, budayawan, seniman, dan pemikir yang berjiwa Siliwangi.

Sebagai seorang perupa, budayawan, sekaligus pengelola Museum Barli di Bandung, Adit Barli terus berupaya menjaga dan melestarikan warisan seni serta budaya Sunda. Ia aktif meneruskan jejak sang maestro, Barli Sasmitawinata, dengan membina dan melatih anak-anak di sanggar seni, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya Nusantara sejak usia dini.

Menurutnya, kemajuan zaman tidak boleh menjadi alasan untuk melupakan akar budaya. Justru di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi, nilai-nilai Sunda harus menjadi fondasi moral agar generasi muda tetap memiliki jati diri yang kuat.

"Sunda itu progresif. Sunda mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para karuhun. Karena itu, mari kita buktikan bahwa Sunda tetap hidup, berkembang, dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara," pungkas Adit Barli.***

Posting Komentar

0 Komentar