Kegiatan ini dikemas melalui aksi lingkungan dengan tema besar MAMO MY DARLING 8 (Mari Move On Masyarakat Sadar Lingkungan). Kegiatan yang mengusung tema GERAK SETARA (Gerakan Semai Tanam Pelihara).
Kegiatan ini melibatkan ratusan peserta dari unsur pemerintah, TNI-Polri, pelajar, mahasiswa, organisasi masyarakat, hingga komunitas lingkungan dari dari Kota/Kabupaten Cirebon maupun dari luar kota.
Aksi yang diinisiasi Forum Lingkungan Hidup dan Budaya Nuswantara (FLHBN) tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Cirebon ke-599, HUT Bhayangkara ke-80, dan Hari Mangrove Dunia.
Sekretaris Jenderal FLHBN, Prabu Diaz, mengatakan MAMO MY DARLING bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan berkelanjutan yang kini telah menjadi salah satu percontohan nasional dalam peringatan Hari Mangrove Dunia.
“Kami berharap gerakan ini terus menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa menjaga mangrove berarti menjaga kawasan pesisir dari abrasi sekaligus melindungi ekosistem laut,” kata Prabu.
Pada kesepakatan itu hadir pula Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, yang hadir mewakili Pemerintah Kota Cirebon, dirinya sangat mengapresiasi atas konsistensi FLHBN yang telah melakukan gerakan penanaman mangrove selama delapan tahun berturut-turut.
Kolaborasi menjadi energi dan kekuatan dalam menjaga lingkungan untuk generasi mendatang agar tetap lestari ,” ujar Iing.
Sementara itu Ketua FLHBN, Dani Jaelani, menambahkan, penanaman mangrove diharapkan mampu memperkuat kawasan pesisir Kejawanan sebagai benteng alami menghadapi abrasi serta mendukung terwujudnya Cirebon yang hijau dan berkelanjutan.
Selain penanaman mangrove, kegiatan juga diisi dengan edukasi pemeliharaan mangrove dan aksi bersih-bersih sampah plastik di sekitar kawasan pesisir sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem.**
Redaksi





0 Komentar