Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung dengan agenda penyampaian jawaban Wali Kota atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Jumat, 10 Juli 2026.
Dalam jawabannya, Erwin menyampaikan berbagai langkah yang akan ditempuh Pemkot Bandung untuk menjawab isu-isu strategis yang menjadi perhatian fraksi-fraksi DPRD.
Erwin memaparkan, Pemkot Bandung akan memperkuat upaya pengendalian banjir melalui pembangunan sumur resapan, sumur imbuhan, taman resapan, saluran vegetasi ramah lingkungan, serta pemeliharaan drainase secara rutin.
Sedangkan untuk mengurangi kemacetan, pemerintah akan mendorong integrasi antarmoda yang terhubung dengan rencana pembangunan LRT maupun Bus Rapid Transit (BRT), termasuk integrasi jaringan layanan, kelembagaan, dan sistem pembayaran digital.
"Pemkot Bandung terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah melalui penguatan pengawasan internal, optimalisasi pengelolaan aset daerah, peningkatan kualitas perencanaan dan penganggaran, serta penyempurnaan sistem pengendalian internal sehingga pengelolaan APBD pada tahun-tahun mendatang semakin transparan, akuntabel, efektif dan mampu mendukung pembangunan Kota Bandung yang maju, berdaya saing serta berpihak kepada kepentingan rakyat," ujar Erwin.
"Pemerintah Kota Bandung berkomitmen untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi BPK secara bertahap, sistematis, terukur dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Tindak lanjut tersebut dilaksanakan melalui penyusunan rencana aksi yang dikoordinasikan oleh perangkat daerah terkait dengan pengawasan Inspektorat Daerah sebagai aparat pengawas internal pemerintah," kata Erwin.
Sumber; Diskominfo Kota Bandung







0 Komentar