Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana mengatakan, pelatihan yang diselenggarakan saat ini tidak lagi bersifat umum, melainkan diarahkan secara spesifik sesuai kebutuhan perusahaan, Rabu (15/7).
"Pelatihan harus tepat sasaran. Karena itu peserta akan dibekali sertifikasi kompetensi BNSP sehingga memiliki nilai tambah saat melamar pekerjaan," katanya.
Selain pelatihan, Disnaker juga memperluas program magang bersubsidi di sektor hotel, restoran dan kafe. Program tersebut memberikan pengalaman kerja nyata sekaligus membantu industri mendapatkan tenaga kerja terampil.
Tak hanya itu, Pemkot Bandung juga mendorong penempatan tenaga kerja ke Jepang dengan memberikan subsidi pelatihan bahasa bagi calon pekerja yang telah dinyatakan siap berangkat.**
Redaksi



0 Komentar