Melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Kota Bandung mengirimkan dua delegasi muda yang dinilai memiliki rekam jejak kuat dalam aktivitas sosial dan kepemudaan, yakni Putri dan Alfath Fadhilah. Keduanya dipercaya mewakili Bandung untuk berbagi pengalaman, mempresentasikan program inovatif, sekaligus menyerap berbagai praktik terbaik dari daerah lain.
Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Kota Bandung, Willy Wiradhika, mengatakan bahwa keikutsertaan dalam Youth City Changer bukan sekadar menghadiri forum diskusi, tetapi menjadi kesempatan bagi pemuda untuk terlibat langsung dalam proses perumusan solusi atas berbagai tantangan pembangunan kota.
Menurutnya, pemuda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan ide-ide segar dan inovatif. Karena itu, Pemerintah Kota Bandung terus membuka ruang agar generasi muda dapat berkontribusi secara nyata dalam pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Selama mengikuti rangkaian kegiatan di Kota Medan, para peserta terlibat dalam berbagai agenda penting, mulai dari Bursa Ide yang menampilkan program unggulan dari masing-masing daerah hingga forum diskusi kelompok yang membahas persoalan perkotaan dan merumuskan rekomendasi kebijakan.
Salah satu capaian membanggakan diraih Kota Bandung ketika dipercaya menjadi bagian dari delapan kota yang terlibat dalam tim penyusun rekomendasi pemuda untuk disampaikan kepada para kepala daerah dalam Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026.
Delegasi Kota Bandung, Alfath Fadhilah, menilai pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa suara anak muda kini semakin diperhitungkan dalam proses pembangunan daerah. Ia menyebut forum tersebut membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antar pemuda dari berbagai daerah untuk mencari solusi atas berbagai persoalan sosial, pendidikan, kesehatan mental hingga pengembangan kapasitas generasi muda.
Sepulang dari kegiatan tersebut, Alfath bertekad untuk terus mengembangkan berbagai gerakan yang selama ini dijalankannya di Kota Bandung, khususnya dalam bidang literasi, kesehatan mental, kesetaraan gender, serta penguatan kapasitas pemuda melalui berbagai program pemberdayaan.
Ia berharap sinergi antara komunitas pemuda dan Pemerintah Kota Bandung semakin kuat sehingga mampu melahirkan lebih banyak inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
"Anak muda memiliki energi besar untuk membawa perubahan. Dengan kapasitas yang terus berkembang dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, mereka dapat menjadi motor penggerak pembangunan kota yang lebih inklusif, kreatif, dan berkelanjutan," ujarnya.
Partisipasi Bandung dalam Youth City Changer 2026 menjadi salah satu bukti bahwa keterlibatan pemuda bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dalam merancang masa depan kota yang lebih maju dan berdaya saing.**
Redaksi



0 Komentar