Subscribe Us


 

Bandung Luncurkan Angkot Listrik Tanpa APBD, Dilengkapi AC, WiFi dan CCTV


MEDIASAKSINEWS | BANDUNG — Transformasi transportasi publik di Kota Bandung memasuki babak baru. Angkutan kota (angkot) listrik mulai dihadirkan melalui Bandung Angkot Utama, sebuah layanan transportasi modern yang dirancang untuk terintegrasi dengan sistem Bus Rapid Transit (BRT) dan moda transportasi lainnya.

Menariknya, proses peremajaan angkot tersebut dilakukan tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Transformasi juga tetap melibatkan para pengemudi angkot lama, sehingga perubahan moda transportasi tidak serta-merta menghilangkan mata pencaharian masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor angkutan kota.

Bandung Angkot Utama menawarkan sejumlah fasilitas yang selama ini identik dengan transportasi publik modern. Armada berbasis listrik tersebut dilengkapi pendingin udara (AC), WiFi, kamera CCTV, kursi prioritas, serta sistem pembayaran nontunai.

Untuk tarif perjalanan, penumpang dikenakan biaya Rp7.000.

Kehadiran angkot listrik ini tidak hanya menyasar aspek kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Sistem operasional pengemudi juga diarahkan mengalami perubahan. Jika sebelumnya pengemudi angkot identik dengan sistem kejar setoran, skema baru diarahkan menggunakan sistem penggajian harian atau bulanan.

Perubahan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian pendapatan sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dengan konsep tersebut, transformasi angkot Bandung bukan sekadar mengganti kendaraan berbahan bakar konvensional menjadi kendaraan listrik. Lebih jauh, perubahan ini mencakup pembenahan sistem layanan, kenyamanan penumpang, tata kelola pengemudi, hingga integrasi dengan ekosistem transportasi publik perkotaan.

Kehadiran Bandung Angkot Utama pun menjadi bagian dari upaya mendorong transportasi publik Bandung agar semakin nyaman, aman, modern, dan ramah lingkungan.

Dari angkot konvensional menuju angkot listrik: Bandung mulai mengubah wajah transportasi publiknya tanpa meninggalkan para pengemudi yang selama ini menjadi bagian penting dari sistem angkutan kota.**

Posting Komentar

0 Komentar