Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan meninjau langsung proses pembersihan bersama jajaran kewilayahan dan perangkat daerah.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengembalikan kebersihan serta keindahan Kota Bandung setelah adanya aksi vandalisme.
Ia mengatakan, proses pembersihan akan dilakukan secara intensif selama 2x24 jam ke depan. Pemkot Bandung melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, unsur tata pemerintahan, serta jajaran kewilayahan.
"Tujuannya tentu yang paling penting mengembalikan kebersihan dan keindahan Kota Bandung. Karena vandalisme tidak ada hubungannya dengan kebebasan berekspresi dan berpendapat," katanya.
"Yang paling rusak vandalisme di sini. Jadi ini terpaksa semua huruf-hurufnya karena bagian bawahnya dirusak. Jadi kita akan cabut semuanya, sekaligus kita coba perbaiki semuanya sehingga nanti akan kelihatan lebih normal," jelasnya.
Meski terdapat vandalisme, Farhan memastikan tidak ditemukan kerusakan besar pada fasilitas lalu lintas. Sejumlah fasilitas seperti traffic light juga masih dalam kondisi baik.
Selain Simpang Lima, pembersihan juga dilakukan sepanjang ruas Jalan Asia Afrika hingga Pendopo serta kawasan Braga dan Cikapayang-Dago.
Farhan menuturkan, Pemkot Bandung akan memastikan seluruh wilayah yang terdampak vandalisme segera dipulihkan sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berlangsung dengan nyaman.
"Sejauh ini pemantauan kegiatan ekonomi sosial di Kota Bandung masih berjalan dengan baik. Unjuk rasa walaupun ada gesekan dan percikan, tapi tidak kemudian mengganggu secara umum kegiatan sosial ekonomi di Kota Bandung," pungkasnya. **
Sumber: Diskominfo Kota Bandung







0 Komentar