Pembongkaran dilakukan di sepanjang Jalan Stasiun Lama hingga Jalan PSM.
Camat Kiaracondong, Mochamad Arief Budiman mengapresiasi inisiatif para pedagang, koordinator, pengurus lingkungan, serta tokoh masyarakat yang bersedia mendukung penataan tanpa harus melalui pembongkaran paksa.
Menurutnya, proses penertiban telah diawali dengan tahapan prosedural melalui pemberian surat peringatan pertama, kedua, dan ketiga oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Setelah melalui komunikasi dan koordinasi dengan para pedagang serta pengurus setempat, sepakat untuk membongkar secara mandiri.
“Hal yang perlu diapresiasi adalah inisiatif dan kesadaran warga serta para pedagang untuk membongjar secara mandiri. Dengan demikian, pemerintah dapat melaksanakan penataan ini secara kondusif,” ujar Arief.
Pemerintah kewilayahan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan perangkat daerah terkait turut memantau dan membantu proses penataan.
Arief meyakini, pendekatan humanis dan kondusif menjadi bagian penting dalam upaya membenahi kawasan perkotaan.
Karena itu, komunikasi dengan masyarakat terus dikedepankan agar proses penertiban berjalan lancar dengan tetap memperhatikan kondisi para pedagang.
Selain pembongkaran bangunan, Pemkot Bandung juga akan melanjutkan penataan melalui pembersihan kawasan dan perbaikan drainase.
Pembersihan dan pengerukan drainase direncanakan berlangsung secara bertahap hingga pekerjaan di lapangan selesai.
Upaya ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi saluran air sekaligus meningkatkan kebersihan dan kenyamanan lingkungan pasar.
Arief mengutarakan, penataan juga akan menyasar aktivitas pedagang kaki lima (PKL) dan pasar tumpah yang berpotensi menghambat arus lalu lintas.
Untuk itu, pemerintah kecamatan akan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait, termasuk membahas kemungkinan solusi bagi pedagang agar tetap dapat menjalankan aktivitas ekonomi sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menyampaikan, para pedagang dan pengurus setempat telah beberapa kali berkomunikasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan sebelum pembongkaran.
“Kami sebagai pengurus sangat antusias karena sudah beberapa tahun kawasan ini ingin dibersihkan dan ditata. Alhamdulillah, setelah berkoordinasi dengan Pak Camat dan pihak lainnya, para pedagang juga mendukung, bahkan membongkar bangunannya sendiri,” kata Asep.
Ia berharap, penataan kawasan Pasar Kiaracondong dapat memberikan perubahan positif bagi lingkungan dan aktivitas masyarakat.
Ia juga mengapresiasi komunikasi yang telah dibangun pemerintah kewilayahan sehingga proses pembongkaran dapat berlangsung dengan tertib.
Ia menjelaskan, pembongkaran mandiri merupakan hasil komunikasi dan kesepakatan bersama antara pengurus lingkungan dan para pedagang setelah adanya imbauan serta pertemuan terkait rencana pembersihan kawasan.
Menurutnya, para pedagang bersedia membongkar bangunan masing-masing sehingga proses penataan dapat berjalan tanpa menimbulkan gangguan berarti.
Ia menyebutkan, kondisi di lapangan sejauh ini berlangsung aman dan kondusif. Setelah pembongkaran, pembersihan kawasan akan dilanjutkan bersama petugas terkait, termasuk pengerukan drainase.
Pekerjaan akan dilakukan secara bertahap hingga area tersebut bersih dan saluran air dapat kembali berfungsi dengan baik.**
Sumber: Diskominfo Kota Bandung







0 Komentar