Karena itu, pemerintah tidak boleh hanya berfokus pada tampilan fisik kota, tetapi harus memahami persoalan hingga ke akar permasalahannya.
“Kita harus membangun sesuatu yang lebih dari sekadar make up. Karena make up mah begitu teu di-touch up maka akan turun. Itu yang terjadi selama ini,” kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan membuka Pameran Milestone Kota Bandung #3 di Microlibrary Asia Afrika, Senin, 5 Oktober 2026.
Menurutnya, pendekatan tersebut diperlukan agar pembangunan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Farhan juga menyoroti pentingnya keberadaan ruang terbuka publik yang sehat dan layak di tengah keterbatasan lahan serta kepadatan permukiman.
Ruang publik, menurutnya, bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga memiliki kaitan dengan kesehatan dan interaksi sosial masyarakat.
Perlu diketahui, pameran kali ini bertajuk “ Semangat Bandung Kota Kembang yang Tidak Pernah Layu” tersebut menjadi ruang untuk mengenalkan kembali sejarah, perkembangan taman, serta berbagai cerita yang membentuk identitas Kota Bandung.
“Literasi menjadi sesuatu hal yang penting. Sebenarnya suara masyarakat harus kita ikuti. Agar kita bisa mendengar suara yang jernih, akademisi harus menyuarakan suara yang jernih,” ujar Farhan.
Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung Dewi Kania Sari dalam laporannya menyampaikan, Pameran Milestone merupakan agenda tahunan yang mulai diselenggarakan pada 2025.
Pada penyelenggaraan ketiga ini, tema yang diangkat adalah “Semangat Bandung Kota Kembang yang Tidak Pernah Layu”.
Pameran menampilkan sejarah taman-taman di Kota Bandung, mulai dari masa kolonial hingga kondisi saat ini, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai toponimi berbagai taman di Kota Bandung.
Dewi menjelaskan, pameran awalnya direncanakan berlangsung selama dua minggu hingga 18 Oktober 2026.
Pameran ini juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, komunitas, akademisi, hingga pelaku kreatif.
Kolaborasi tersebut menghadirkan penelitian dan karya mengenai taman, arsitektur, lingkungan, ruang publik, hingga teknologi pemindaian tiga dimensi taman-taman di Kota Bandung. **
Sumber; Diskominfo Kota Bandung







0 Komentar