Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat ditopang oleh lapangan usaha dominan yang tumbuh cukup baik pada triwulan tersebut, seperti Konstruksi tumbuh 9,10 persen; Industri Pengolahan tumbuh 4,98 persen; dan Perdagangan tumbuh 4,13 persen.
Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 14,54 persen; Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 14,46 persen; Transportasi dan Pergudangan sebesar 13,61 persen serta Jasa Lainnya sebesar 12,18 persen.
"Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) yang tumbuh sebesar 28,34 persen; diikuti oleh Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 8,85 persen; kemudian Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 8,66 persen," ucap Margaretha dalam acara Rilis Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Jabar, Kamis (5/11/2026).
Selanjutnya, Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) tumbuh sebesar 5,93 persen; diikuti Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan sebesar 3,02 persen, sementara Komponen Impor Barang dan Jasa juga tumbuh sebesar 6,11 persen sehingga secara net ekspor terkontraksi sebesar 7,73 persen.**
Sumber; HUMAS JABAR
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat



0 Komentar