Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Babak Final Lomba Cerdas Cermat Matematika antar Pelajar SMP Negeri se-Kota Bandung Tahun 2026 di Auditorium Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Jawa Barat, Kamis, 5 November 2026.
“Matematika itu bukan pilihan hafalan. Artinya matematika harus menggunakan logika. Dengan menguasai matematika, kita bisa menguasai logika,” ujar Farhan.
Ia menuturkan, pendidikan di Kota Bandung harus berorientasi pada penguatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan akhlak mulia.
Menurutnya, pemerataan pendidikan membutuhkan ekosistem yang melibatkan pemerintah, sekolah, guru, keluarga, swasta, hingga lembaga filantropi agar setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas.
Selain penguatan akademik, Pemkot Bandung juga mengkaji penambahan pendidikan jasmani untuk meningkatkan kesehatan siswa serta memperluas layanan kesehatan mental di lingkungan sekolah.
Farhan berharap seluruh upaya tersebut dapat membentuk generasi muda yang cerdas, sehat, berkarakter, dan berakhlak mulia sebagai modal menyongsong Indonesia Emas 2045.
Dalam kompetisi tersebut, SMP Negeri 15 Bandung berhasil meraih juara pertama dengan skor 1.675, disusul SMP Negeri 58 Bandung dengan skor 575 dan SMP Negeri 41 Bandung dengan skor 425. **
Sumber; Diskominfo Kota Bandung





0 Komentar