Peresmian tersebut dilakukan oleh Wakil Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Zheng Jie dan dihadiri Wali Kota Bandung Muhammad Farhan serta Koordinator Kegiatan Masyarakat Tionghoa Peduli sekaligus Ketua Yayasan Dana Sosial Priangan (YDSP), Herman Widjaja.
Fasilitas pendidikan tersebut hadir berkat dukungan hibah Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Kehadirannya diharapkan menjadi ruang pembelajaran bahasa sekaligus jembatan pertukaran budaya dan pendidikan antara Indonesia dan Tiongkok.
“Pengetahuan bahasa khususnya bahasa asing akan menambah khazanah kecerdasan orang Bandung untuk belajar bahasa asing,” kata Farhan.
Farhan menilai, keberadaan pusat pembelajaran bahasa Mandarin juga menjadi bagian dari diplomasi antarwarga atau people-to-people diplomacy. Berbeda dengan diplomasi melalui jalur formal pemerintahan, pendekatan ini memungkinkan masyarakat membangun persahabatan dan hubungan kebudayaan secara langsung.
Pemkot Bandung juga membuka peluang bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk mengikuti pembelajaran bahasa Mandarin di fasilitas tersebut.
“Kita coba saja. Nanti kita lihat kalau memang memungkinkan kenapa tidak? Pengetahuan bahasa asing tentu sangat berguna. Apalagi bahasa Mandarin merupakan bahasa internasional yang digunakan di banyak negara,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa asal Tiongkok yang ingin menempuh pendidikan di Bandung dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mempelajari bahasa Indonesia. Begitu pula mahasiswa Indonesia yang berencana melanjutkan pendidikan ke Tiongkok bisa terlebih dahulu mempelajari bahasa Mandarin di Bandung.
“Ini adalah sebuah bentuk pertukaran yang akan sangat memberikan prospek baik di masa depan,” ungkapnya.
“Siapa pun baik warga keturunan Tionghoa maupun saudara-saudara warga Indonesia mulai dari anak muda hingga pegawai negeri, selama mencintai bahasa Mandarin dapat mendaftar dan belajar di sini,” tuturnya. **
Sumber ; Diskominfo Kota Bandung







0 Komentar