Dalam kesempatan itu, Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono menyampaikan, Pemkot Bandung perlu mewariskan nilai-nilai luhur dari para pendahulu dalam membangun Kota Bandung.
Meski pernah diterpa bencana pandemi Covid-19, dan kini darurat sampah, Bambang percaya Pemkot Bandung bisa melalui dan menyelesaikan bersama dengan masyarakat Kota Bandung.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Bandung, Asep Saeful Gufron mengatakan, dari tahun ke tahun, berbagai program pemerintah Kota Bandung dapat terealisasikan dengan seluruh komponen berkolaborasi.
Kegiatan doa bersama ini merupakan rangkaian dari acara HJKB 213 yang dilakukan secara hibrid.
"Pimpinan perangkat daerah dan jajaran strukturalnya yang hadir langsung di Pendopo. Sedangkan yang ikut online camat, lurah, forkopimcam, dan tokoh agama tingkat kecamatan," jelasnya.
Miftah menuturkan, kesabaran dalam menghadapi cobaan dan kesulitan adalah kunci dari kesuksesan. Namun, masih sangat sedikit umat yang bersyukur kepada Allah.
"Mudah-mudahan kita termasuk salah satu orang yang sedikit itu. Sebab kata Allah, jika engkau bersyukur, maka akan Aku tambahkan nikmatku," terang Miftah.
"Ketika kita memperoleh sebuah nikmat, lakukan salat dan doa. Lalu, manfaatkan apa yang Allah berikan kepada kita di jalan yang benar," ungkapnya.
Ia juga menyebutkan, Pemkot Bandung perlu mengulik kembali sejarah Nabi Muhammad saw saat membangun Kota Madinah. Sebab, banyak pelajaran yang bisa diaplikasikan dalam tatanan pemerintahan terutama dari aspek pembinaan karakter masyarakat.
"Kita belajar kembali bagaimana Rasulullah saat memulai membina karakter masyarakat Madinah. Dari sana kita bisa menarik contohnya untuk diaplikasikan ke HJKB. Bagaimana kita membangun masyarakat Kota Bandung yang lebih baik sesuai dengan arahan baginda nabi," paparnya.
Beberapa pesan Nabi Muhammad saw saat membangun Madinah adalah tebarkan salam kesantunan, hubungkan tali persaudaraan dengan orang yang memusuhi kita, tolonglah orang lain yang tidak pernah mau menolong kita, dan maafkan orang lain yang berbuat dzalim kepada kita.
"Insyaallah jika sudah memiliki karakteristik masyarakat seperti ini, Bandung bisa menjadi kota yang thayyibatun wa rabbun ghofur," tuturnya.
Ia menambahkan, peran yang perlu ditingkatkan dalam masyarakat Kota Bandung adalah memanfaatkan dan mengefektifkan kebersamaan, persatuan, dan semangat untuk bisa membangun Kota Bandung.**
Tim Redaksi








0 Komentar