Hal tersebut diungkapkan, Pj Sekretaris Daerah Kota Bandung, Dharmawan saat membuka Pengukuran dan Publikasi Data Stunting Tingkat Kota Bandung Tahun 2024 di Savoy Homann Hotel, Rabu 5 Desember 2024.
Meski terjadi peningkatan, hal ini diakui sebagai hasil dari pengukuran lebih akurat dan intensif yang dilakukan di tingkat kelurahan dan kecamatan. Salah satu penyebab absolut data stunting naik, melihat data D/S (Jumlah Balita yang ditimbang di Posyandu dibagi dengan jumlah balita yang ada di wilayah kerja Posyandu) yang mengalami kenaikan signigikan dari 84,64 persen menjadi 97,74 persen.
“Kader posyandu memiliki peran penting dalam pemantauan rutin dan intervensi dini,” ujar Dharmawan.
“Data yang akurat akan menjadi dasar pengambilan kebijakan dan intervensi yang lebih efektif," ungkapnya.
“SDM yang sehat dan cerdas tidak hanya meningkatkan daya saing dan kemandirian daerah, tetapi juga mendukung pembangunan nasional,” ujarnya.
Ia menuturkan, stunting harus ditangani dengan menyelesaikan akar permasalahannya, seperti kesejahteraan keluarga, akses air bersih, lingkungan sehat, dan edukasi keluarga.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam upaya penurunan stunting, seraya berharap prevalensi stunting terus menurun setiap tahun.
Sementara itu, Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Bandung, Dewi Kaniasari menjelaskan, tujuan utama dari pengukuran publikasi data stunting adalah untuk memantau status gizi anak dan mengembangkan program intervensi yang tepat.
“Kami berharap program ini meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga tumbuh kembang anak,” katanya.
Ia mengatakan, hasil analisis data pengukuran balita di tingkat kelurahan dan kecamatan akan digunakan untuk menyusun rencana intervensi gizi terintegrasi pada 2025.
Sementara itu, terdapat sejumlah kelurahan juga yang mengalami penurunan prevalensi stunting di antaranya: Kelurahan Pasteur, Arjuna dan Husein, Ledeng, Dago, Tamansari, Babakan Ciamis, Binong, Kacapiring, Burangrang, Cikawao, Lingkar Selatan, Balong gede, Pungkur, Ciateul, Kelurahan. Sukaasih.
Lalu, Kelurahan Karanganyar, Situsaeiur, Kebon Lega, Cibaduyut, dan Cibaduyut Kidul, Babakan Ciparay, Cigondewah Kidul dan Cigondewah Rahayu. (rob)**
Sumber: Diskominfo Kota Bandung









0 Komentar