MEDIASAKSINEWS | Bandung – Kelurahan Cigereleng Kecamatan Regol Kota Bandung terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui peluncuran program DIGIRELENG (Digitalisasi Informasi Geospasial Integrasi Cigereleng). Inovasi ini menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi digital pemerintahan sekaligus mewujudkan tata kelola kewilayahan yang lebih efektif, transparan, dan berbasis data.
Lahirnya DIGIRELENG dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan sistem pengelolaan data kewilayahan yang lebih modern. Selama ini, pengelolaan data masih banyak dilakukan secara manual melalui dokumen fisik maupun file terpisah yang sulit diintegrasikan. Kondisi tersebut menyebabkan keterbatasan dalam memantau kondisi wilayah secara menyeluruh, mulai dari infrastruktur, lingkungan, hingga data sosial masyarakat.
Melalui DIGIRELENG, Kelurahan Cigereleng menghadirkan platform digital berbasis geospasial yang mampu mengintegrasikan berbagai informasi kewilayahan ke dalam satu sistem terpadu. Inovasi ini sejalan dengan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 serta kebijakan Satu Data Indonesia berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019.
Program DIGIRELENG memiliki tiga fungsi utama. Pertama, sebagai sarana visualisasi dan pengelolaan aset wilayah melalui pemetaan digital yang dilengkapi koordinat dan dokumentasi geo-tagging. Kedua, sebagai dashboard monitoring kewilayahan yang menampilkan berbagai indikator pembangunan dan kondisi lingkungan secara visual. Ketiga, sebagai sistem pelaporan terpadu yang memungkinkan validasi laporan lapangan berbasis data spasial sehingga proses tindak lanjut dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Lurah Cigereleng menjelaskan bahwa keberadaan DIGIRELENG akan membantu pemerintah kelurahan dalam mengambil keputusan berbasis data atau evidence-based policy. Dengan sistem ini, berbagai informasi mengenai kondisi jalan, drainase, penerangan jalan umum, kawasan rawan banjir, hingga data balita berisiko stunting dapat dipantau secara lebih akurat.
"Melalui DIGIRELENG, kami berupaya membangun sistem informasi kewilayahan yang tidak hanya menjadi pusat data, tetapi juga menjadi alat bantu pengambilan keputusan yang objektif dan terukur. Harapannya pelayanan kepada masyarakat menjadi semakin cepat, tepat, dan transparan," ujarnya.
Pada tahap awal, implementasi DIGIRELENG diawali dengan pembentukan Tim Efektif, penyusunan regulasi internal berupa SK Lurah dan SOP Digital, serta pembangunan prototipe aplikasi yang akan diuji coba di RW 09 dan RW 12 sebagai wilayah percontohan.
Ke depan, sistem ini ditargetkan mampu mencakup seluruh wilayah Kelurahan Cigereleng yang terdiri atas 12 RW dan 62 RT. Selain menjadi basis data utama dalam perencanaan pembangunan dan Musrenbang, DIGIRELENG juga diproyeksikan untuk dikembangkan dengan teknologi Smart Monitoring berbasis Internet of Things (IoT) serta berpotensi direplikasi di kelurahan lain di Kota Bandung.
Pelaksanaan program dilakukan dengan memanfaatkan teknologi yang efisien dan berbiaya rendah, seperti Google Docs untuk pengolahan dokumen berbasis cloud, aplikasi mobile GIS untuk pengumpulan data lapangan, serta Google My Maps dan Looker Studio sebagai dashboard visualisasi data. Pendekatan ini memungkinkan digitalisasi berjalan optimal tanpa membebani anggaran daerah.
Untuk memastikan keberlanjutan program, Kelurahan Cigereleng juga menyiapkan strategi peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui coaching, mentoring, dan workshop lapangan bagi aparatur kelurahan maupun pengurus kewilayahan.
 |
| Aplikasi DIGIRELENG |
Dengan hadirnya DIGIRELENG, Kelurahan Cigereleng menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pelayanan publik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Program ini diharapkan mampu menjadi model pengelolaan wilayah berbasis geospasial yang mendukung terwujudnya Bandung sebagai kota cerdas (Smart City) yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.***
Redaksi
0 Komentar