Subscribe Us


 

"Gelar nu Gumelar (Gelar yang Dipergelarkan)"


MEDIASAKSINEWS  -- Gelar Adat dan Gelar akademik yang murni dan dari hasil kejujuran sesungguhnya tidak mudah didapat. Perjuangan kehidupan berdasarkan nilai dan norma adat yang dilakoni sehingga layak mendapatkan gelar kesadaran merupakan penghargaan keteladanan terhormat, bukan semata-mata gelar politik prestisius sebagai pengakuan sepihak dan kepentingan sepihak, Sabtu (27/26).

Demikian juga perjuangan akademik yang dilalui dengan jalan berliku dan berkeringat peluh pikiran dan perasaan yang tak terkira dengan kesungguhan akademik pun sesungguhnya merupakan bukti penghargaan dunia akademik yang patut dihargai dan dibanggakan sebagai keteladanan ilmuwan, bukan semata-mata seperti mereka yang kadang jual-beli gelar karena demi kepentingan sepihak dan segolongan orang.

Inilah kondisi dinamika antara ascribe status dan achiev status yang sering diperebutkan dan dipermasalahkan sebagai ukuran prestisius duniawi. 

Padahal kedua gelar itu hanya layak disandang oleh mereka yang diraih dengan kejujuran dan keberdampakan nyata dan positif bagi masyarakat luas. 

Namun tak jarang juga mereka yang tidak terlalu peduli dengan kedua gelar itu, baik karena tidak paham dan atau memang tidak merasa perlu, atau mungkin tidak memungkinkan untuk meraih salah satunya.

Terlepas dari itu semua, setiap manusia punya gelar yang sama dan mulia yaitu MANUSIA. 

Hanya saja..apakah gelar MANUSIA itu sudah benar-benar diimplementasikan dengan baik dan sungguh-sungguh ? 

Ataukah hanya politik lebelingnya saja bergelar MANUSIA tapi tidak berperikemanusiaan dan tidak menunjukan sikap, tindakan, perkataan dan implementasi kehidupan sebagai MANUSIA? 

Secara sadar pasti kalau berkaca secara harfiah dan natural melihat diri sebagai makhluk bergelar MANUSIA bukan bergelar makhluk lain. 

Tapi, secara sadar sudahkah benar-benar gelar mulia itu tersandang nyata "nurub cupu" atau "manjing" sesuai nama, rupa, basa, budi daya, dan wiwaha yuda naraganya ? 

Gelar MANUSIA tidak pernah diperebutkan...tidak pernah diperjualbelikan, tetapi anugerah dari Tuhan, yang kadang kita sering lupa berterimakasih atau bersyukur pada-Nya dibandingkan dengan berebut bangga dengan gelar-gelar duniawi nya.**





Sumber; (Ira Indrawardana, Juni 2026)



Posting Komentar

0 Komentar