Program ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berwisata keliling Kota Bandung dengan biaya yang jauh lebih terjangkau dibandingkan tarif normal Bandros yang berada di kisaran Rp20 ribu hingga Rp25 ribu.
“Untuk warga masyarakat Kota Bandung, Bandung Raya atau mungkin yang sedang berkunjung, siapa saja di Kota Bandung bisa memanfaatkan kesempatan itu menggunakan Bandros. Kita siapkan,” ujar Rasdian, Kamis (13/8/2026).
Untuk mendukung program tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan 12 armada Bandros. Armada akan melayani masyarakat melalui tiga titik shelter, yakni kawasan Alun-alun Bandung, Jalan Braga, dan Jalan Diponegoro.
“Nanti ada petugas juga di shelter-shelter itu untuk mengantisipasi adanya lonjakan dan sebagainya. Nanti diatur,” katanya.
Di sisi lain, program tersebut turut dikolaborasikan dengan upaya memperluas penggunaan transaksi digital melalui kampanye “QRIS-kan Bandros”.
Menurutnya, penggunaan QRIS tidak hanya diarahkan pada transportasi wisata, tetapi juga dapat diperluas ke berbagai sektor pendukung pariwisata, mulai dari destinasi wisata, kuliner hingga pelaku UMKM.
“Bandung ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Jawa Barat, sehingga program QRIS-kan Bandros ini dapat memperkuat ekosistem pariwisata dengan penggunaan digitalisasi pembayaran,” ujarnya.
Selain memperluas penggunaan, BI juga mendorong peningkatan frekuensi transaksi digital. Karena itu, program QRIS-kan Bandros diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat dalam memanfaatkan pembayaran digital.
Ia pun mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran dalam melakukan transaksi digital seiring dengan semakin luasnya penggunaan pembayaran elektronik.
Program Bandros bertarif Rp81 ini diharapkan menjadi salah satu alternatif hiburan masyarakat dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus mendorong transformasi pembayaran digital di sektor pariwisata Kota Bandung.**








0 Komentar