Musyawarah SAS Bandung di Hadiri oleh Tokoh SAS, Bandung DR H Happy Bone Zulkarnain, MA, Hj.Wina,
Nukaddis Nasher ,SE,MM tokoh SAS Bandung, serta Keluarga Besar SAS Bandung,
Tokoh SAS, DR H Happy Bone Zulkarnain, MA, menyampaikan," Selamat dan Sukses kepada Zamhasri yang telah terpilih menjadi Ketua SAS BANDUNG, semoga bisa membawa SAS Bandung untuk yang lebih baik bagi semua anggota SAS Bandung.
Nukaddis Nasher ,SE,MM tokoh SAS yang juga Tokoh Muda Minang yang hadir pada acara Pemilihan Ketua SAS kota Bandung menyampaikan," Semoga Ketua Terpilih SAS Kota Bandung dapat kembali menyatu kan semua keluarga Besar SAS yang ada di kota Bandung".
Hal senada juga diungkapkan oleh, Robi GM , Tokoh SAS Bandung, " saya berharap semuanya keluarga Besar SAS Bandung dapat kembali bersatu untuk kemajuan SAS Bandung ke depannya, karena kita satu keluarga besar".
Dalam berbagai informasi di Media Sulit Air Sepakat (SAS) adalah organisasi kemasyarakatan perantauan bagi masyarakat asal Nagari Sulit Air, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Organisasi ini dikenal sebagai salah satu perkumpulan perantau Minang terbesar dan tertua yang masih aktif hingga saat ini.
• Didirikan: Tahun 1912 (beberapa catatan menyebutkan 1918)
• Pusat Organisasi: Jakarta
• Situs Resmi: Sulit Air Sepakat
• Jaringan Cabang: Memiliki lebih dari 80 Dewan Perwakilan Cabang (DPC) di berbagai wilayah Indonesia serta 4 DPC di luar negeri (Malaysia, Sydney dan Melbourne di Australia, serta Washington D.C. di Amerika Serikat).
• Ketua Umum (historis/tercatat): Syamsul Bahri Nur, Rozali Usman, Armon Syamsudin, Fakhruddin Panuh, Nur Aksar, Rainal Rais, hingga Zulherfin Zubir.
• Wadah Silaturahmi: Menyatukan ikatan persaudaraan (kersak) antarwarga asal Nagari Sulit Air yang berada di perantauan.
• Kegiatan Sosial & Adat: Aktif mengadakan kegiatan kemasyarakatan, pengajian bulanan, pelestarian adat Minangkabau, serta aksi tanggap darurat atau peduli lingkungan di berbagai daerah cabang.
• Pemberdayaan Perantau: Menjadi jejaring ekonomi, sosial, dan kultural bagi warga perantauan yang tersebar di berbagai kota di Indonesia maupun mancanegara.**
Martika Edison MEDIA SAKSI/ Tim Jurnalis Media Indonesia Kota Bandung







0 Komentar