Subscribe Us


 

Wali Kota Bandung Tinjau Tiga Titik Rawan Banjir di Cibiru, Identifikasi Solusi Drainase


MEDIASAKSINEWS -- Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meninjau tiga titik rawan banjir di Kecamatan Cibiru, Jumat, 16 Oktober 2026. Peninjauan di Kelurahan Palasari, Cipadung, dan Pasir Biru dilakukan untuk melihat kondisi saluran air sekaligus mengidentifikasi langkah penanganan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

Tiga lokasi yang menjadi perhatian meliputi kawasan pangkalan ojek di Jalan A.H. Nasution dan Jalan Cilengkrang II, Kelurahan Palasari; sodetan banjir di Jalan A.H. Nasution RW 02, Kelurahan Cipadung; serta saluran drainase di RW 02 dan RW 03, Kelurahan Pasir Biru, yang tidak berfungsi optimal.

Peninjauan ini menindaklanjuti aspirasi warga yang disampaikan dalam kegiatan Siskamling Siaga Bencana di ketiga kelurahan pada 14–15 Oktober 2026.

Di Kelurahan Palasari, Farhan menyoroti persoalan banjir di sekitar pangkalan ojek Jalan A.H. Nasution dan Jalan Cilengkrang II. Penanganannya memerlukan kajian lebih lanjut bersama bidang yang menangani daya rusak air agar solusi yang diterapkan sesuai dengan kondisi lapangan.

Selain persoalan aliran air, Farhan juga meminta agar kawasan pangkalan ojek ditata dan diperbaiki sehingga lebih tertib serta nyaman bagi masyarakat.

Sementara itu, di Kelurahan Cipadung, peninjauan difokuskan pada sodetan banjir di Jalan A.H. Nasution RW 02. Warga menyampaikan bahwa banjir di kawasan ini telah berlangsung sejak 2016 dan mengusulkan agar sodetan yang mengarah ke wilayah Panyileukan dapat ditindaklanjuti.

Dalam pemeriksaan lapangan, Farhan bersama jajaran terkait mencermati kondisi saluran, elevasi atau ketinggian lahan, serta posisi fondasi dan konstruksi di sekitar jalur aliran air.

Aspek teknis tersebut perlu diperhitungkan untuk menentukan arah aliran dan kemungkinan rekayasa saluran. Penanganan tidak cukup hanya dengan membuka atau membangun saluran baru, tetapi juga harus memastikan air dapat mengalir dengan baik tanpa menimbulkan persoalan di wilayah lain.

Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan kajian untuk menentukan solusi teknis yang memungkinkan, termasuk kebutuhan konstruksi pendukung apabila diperlukan.

Adapun di Kelurahan Pasir Biru, Farhan menyoroti drainase di RW 02 dan RW 03 yang tidak berfungsi optimal. Normalisasi diperlukan agar aliran air kembali berjalan dengan baik.

Farhan menjelaskan, pekerjaan normalisasi kemungkinan membutuhkan penggalian di sejumlah bagian, termasuk area yang berdekatan dengan bangunan. Karena itu, pelaksanaannya perlu memperhatikan kondisi lingkungan serta dampaknya terhadap aktivitas warga.

“Ini bakal banyak galian. Ini bakal kena bangunan juga. Ini bakal digali dulu sambil saya menyusun anggaran tahun depan untuk normalisasi,” ujar Farhan saat meninjau lokasi.

Ia menyampaikan bahwa penanganan akan disiapkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan teknis dan ketersediaan anggaran. Persiapan ini diperlukan agar pekerjaan normalisasi dapat dilaksanakan secara terarah dan mendukung upaya pengurangan genangan.

Persoalan banjir di Palasari, Cipadung, dan Pasir Biru memiliki karakteristik berbeda sehingga membutuhkan penanganan sesuai kondisi masing-masing wilayah. Melalui peninjauan langsung, Pemkot Bandung mengidentifikasi kebutuhan teknis sebagai dasar untuk menentukan langkah penanganan berikutnya. (rob)


Sumber; Diskominfo Kota Bandung


Posting Komentar

0 Komentar